get app
inews
Aa Text
Read Next : Anak Krakatau Naik Status Siaga, Warga Tangsel Terdampak Erupsi Diimbau Tenang dan Tetap Waspada

Abu Vulkanik Anak Gunung Krakatau Selimuti Tangsel, Gubernur Andrasoni Diminta Pertimbangkan PJJ

Minggu, 06 September 2026 | 21:04 WIB
header img
Sebaran abu vulkanik akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau menjadi perhatian Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Banten. [Foto: ist]

CIPUTAT, iNewsTangsel– Sebaran abu vulkanik akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau menjadi perhatian Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Banten. Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI Banten meminta Gubernur Banten Andrasoni mempertimbangkan penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi sekolah yang berada di wilayah terdampak.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul informasi mengenai abu vulkanik dari aktivitas Gunung Anak Krakatau yang disebut terbawa angin hingga sejumlah wilayah, termasuk Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Minggu (6/9/2026).

PSI menilai kondisi tersebut perlu diantisipasi pemerintah, terutama jika sebaran abu vulkanik berdampak terhadap kualitas udara. Paparan abu vulkanik dapat mengganggu kesehatan, terutama saluran pernapasan dan mata.

Pengurus DPW PSI Banten sekaligus Ketua Fraksi PSI DPRD Kota Tangsel, Alex Prabu, meminta Gubernur Banten mengambil langkah antisipatif apabila hasil pemantauan menunjukkan adanya dampak abu vulkanik di wilayah Banten.

"Pesan kami kepada Pak Gubernur Andrasoni, kalau kondisi memang tidak memungkinkan dan berpotensi membahayakan kesehatan anak-anak, sekolah bisa menerapkan PJJ sementara," ujar Alex.

Menurut Alex, PJJ tidak berarti menghentikan proses pendidikan. Pembelajaran dari rumah justru dapat menjadi solusi sementara apabila kondisi lingkungan belum memungkinkan bagi siswa untuk beraktivitas di sekolah.

"Anak-anak tetap bisa belajar dari rumah. Jangan sampai mereka dipaksakan masuk sekolah ketika kondisi lingkungan tidak memungkinkan," katanya.

PSI meminta Pemerintah Provinsi Banten segera berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan serta instansi terkait untuk memastikan kondisi udara di wilayah yang diduga terdampak.

Alex menegaskan, keputusan mengenai PJJ harus berdasarkan data dan hasil pemantauan kondisi udara, bukan sekadar kekhawatiran.

"Kalau hasil pemantauan menunjukkan kualitas udara terganggu, jangan ragu mengambil langkah. Keselamatan dan kesehatan peserta didik harus menjadi prioritas," tegasnya.

Menurut dia, pemerintah perlu melakukan langkah antisipasi sejak dini. Jangan sampai kebijakan baru diambil setelah masyarakat, khususnya anak-anak, mulai mengalami gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik.

Selain mengevaluasi kemungkinan PJJ, PSI juga meminta sekolah memberikan edukasi kepada siswa mengenai langkah perlindungan diri apabila wilayahnya benar-benar terdampak sebaran abu vulkanik.

Penggunaan masker serta pembatasan aktivitas di luar ruangan dapat diterapkan sesuai kondisi dan arahan dari instansi berwenang.

PSI juga menyoroti pentingnya penyampaian informasi resmi terkait perkembangan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Alex mengatakan informasi yang cepat, jelas, dan bersumber dari instansi berwenang diperlukan agar masyarakat tidak panik sekaligus dapat mengambil langkah perlindungan yang tepat.

"Yang paling penting adalah informasi resmi dan cepat kepada masyarakat. Orang tua harus tahu apakah anak-anak mereka aman untuk beraktivitas di luar rumah atau tidak," ujarnya.

Menurutnya, pemerintah perlu menyampaikan perkembangan kondisi udara secara terbuka, termasuk wilayah mana saja yang terdampak dan langkah apa yang harus dilakukan masyarakat.

PSI berharap Gubernur Banten Andrasoni segera melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah serta instansi terkait untuk mengevaluasi kondisi udara di wilayah Banten, khususnya daerah yang dilaporkan terdampak sebaran abu vulkanik.

Jika kondisi dinilai tidak aman bagi aktivitas belajar tatap muka, PJJ dinilai dapat menjadi pilihan sementara hingga kondisi kembali normal.

"Intinya, kami ingin pemerintah hadir dan cepat mengambil keputusan. Kalau diperlukan PJJ, lakukan sementara sampai kondisi kembali aman," pungkas Alex.

Editor : Aris

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut