1,45 Ton Bantuan Kesehatan Disalurkan untuk Korban Gempa Flores
JAKARTA, iNewsTangsel.id - Sebanyak 1,45 ton bantuan kesehatan disalurkan untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Kabupaten Ngada dan Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan tersebut menyasar sekitar 10.000 warga di sejumlah wilayah yang masih membutuhkan dukungan layanan kesehatan pascabencana.
Bantuan merupakan hasil kolaborasi Pusat Teritorial TNI Angkatan Udara (Pusterau) dan PT Kalbe Farma Tbk dalam program tanggap darurat gempa Flores. Distribusi dilakukan di Bajawa, Maronggela, dan Riung, Kabupaten Ngada, serta Nggolonio, Kabupaten Nagekeo.
Bantuan yang dikirim mencakup vaksin, obat-obatan, vitamin, nutrisi, dan alat kesehatan. Selain distribusi logistik medis, kegiatan juga disertai pengobatan dan vaksinasi bagi masyarakat terdampak.
Head of Corporate Sustainability Kalbe, Abi Nisaka, mengatakan bantuan tersebut ditujukan untuk menjaga akses masyarakat terhadap layanan kesehatan di tengah kondisi darurat.
“Donasi yang diberikan kiranya dapat membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak gempa bumi di NTT,” ujar Abi, Rabu (9/9/2026).
Menurut dia, penyaluran bantuan dilakukan melalui koordinasi dengan sejumlah pihak agar dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan. Kalbe menggandeng Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada dan Loka POM setempat dalam pelaksanaan program tersebut.
Corporate Sustainability Assistant Manager Kalbe, SFD Arie Wibowo, mengatakan kepedulian perusahaan terhadap masyarakat NTT telah dilakukan sebelumnya. Pada 2025, Kalbe juga melaksanakan program pengecekan kesehatan yang dirangkaikan dengan KKN Tematik Merajut Nusantara di Kabupaten Ngada.
Sementara itu, Kepala Pusterau Marsma TNI Ignatius Wahyu Anggono mengapresiasi kolaborasi lintas sektor dalam membantu masyarakat terdampak gempa.
“Pusterau mengapresiasi kolaborasi yang baik dengan Kalbe dalam mendukung upaya tanggap darurat dan pemulihan pascabencana gempa bumi di NTT,” kata Wahyu.
Penyaluran bantuan dilakukan di tengah aktivitas kegempaan yang masih berlangsung di wilayah Flores setelah gempa besar pada 15 Agustus 2026. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan kesehatan dasar sekaligus mendukung proses pemulihan masyarakat di wilayah terdampak.
Editor: Hasiholan Siahaan