Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Picu Risiko Kesehatan, PJJ Siswa Banten Diperpanjang
Advertisement . Scroll to see content

Dampak Abu Vulkanik Krakatau, Kasus ISPA di Tangsel Melonjak Hingga 19,8 Persen

Kamis, 10 September 2026 | 01:48 WIB
  • author Aries
Dampak Abu Vulkanik Krakatau, Kasus ISPA di Tangsel Melonjak Hingga 19,8 Persen
Ilustrasi kualitas udara buruk. [Foto: ist]

PAMULANG, iNewstangsel - Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kota Tangerang Selatan mencatatkan kenaikan signifikan menyusul penurunan kualitas udara akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Dinas Kesehatan Tangsel mengimbau masyarakat, khususnya kelompok rentan, untuk memperketat protokol kesehatan mandiri guna mengantisipasi paparan partikel debu halus.

Berdasarkan data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons per 9 September 2026, lonjakan kasus ISPA tercatat mencapai 19,8 persen dalam kurun waktu satu pekan. "Kasus ISPA naik dari 4.844 kasus pada pekan ke-34 menjadi 5.802 kasus pada pekan ke-35," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan, dr. Allin Hendalin Mahdaniar, M.K.M., Rabu (9/9/2026).

Allin menekankan pentingnya langkah pencegahan mandiri bagi warga yang masih harus menjalankan aktivitas harian di luar rumah. "Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas ruang terbuka, memakai masker, melindungi mata dan kulit, serta tidak melakukan pembakaran sampah terbuka," ujar Allin merinci panduan keselamatan.

Pemkot memberikan perhatian khusus kepada kelompok berisiko tinggi seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, pekerja lapangan, serta penderita penyakit paru kronis. Paparan abu halus dinilai berpotensi kuat memicu sesak napas serta memperburuk kondisi klinis penderita asma maupun Penyakit Paru Obstruksi Kronis.

Merujuk Surat Edaran Kementerian Kesehatan, sebaran material vulkanik tidak hanya memicu gangguan pernapasan, tetapi juga berisiko mengiritasi mata dan merusak jaringan kulit. Selain itu, potensi kontaminasi partikel abu terhadap sumber air bersih dan bahan pangan terbuka menjadi ancaman kesehatan lingkungan yang perlu diwaspadai.

Masyarakat diminta memastikan seluruh wadah penampungan air dan makanan di pemukiman warga selalu tertutup rapat guna mencegah paparan partikel berbahaya. Pengelola lingkungan juga dilarang keras mengizinkan aktivitas pembakaran sampah karena dapat memperburuk konsentrasi polusi udara lokal.

Allin meminta warga untuk tidak menunda kunjungan medis apabila mulai merasakan gejala iritasi fisik atau gangguan saluran pernapasan yang memberat. "Jika mengalami batuk terus-menerus, sesak napas, atau nyeri dada, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke Puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat," tutur Allin mengimbau.

Guna mengantisipasi krisis kesehatan lebih lanjut, Dinkes Tangsel bersama Dinas Lingkungan Hidup terus mengawasi konsentrasi partikel udara PM2,5 dan PM10 secara berkala. Seluruh jajaran Puskesmas dan rumah sakit di wilayah Tangerang Selatan kini disiagakan secara penuh untuk melayani penanganan medis warga.

Editor: Aris

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut