Penjualan 70.000 Unit, Kendaraan Listrik Jadi Mesin Ekspansi Produsen Elektronik Lokal
JAKARTA, iNewsTangsel.id - Kendaraan listrik mulai menjadi salah satu sumber pertumbuhan baru bagi industri elektronik lokal. Dalam tiga tahun sejak masuk ke segmen tersebut, penjualan motor listrik Polytron telah mencapai sekitar 70.000 unit di pasar Indonesia.
"Capaian tersebut menunjukkan strategi diversifikasi produk mulai memberi kontribusi terhadap ekspansi bisnis perusahaan di luar kategori elektronik rumah tangga yang selama ini menjadi bisnis utama," kata General Manager Corporate Communication Polytron, Diantika, dalam peluncuran tiga produknya, Senin (14/9/2026).
Ia menjelaslan, perusahaan tidak hanya mengandalkan produk elektronik rumah tangga, tapi terus memperluas portofolio ke berbagai kategori, termasuk kendaraan listrik. Langkah tersebut mulai menunjukkan hasil.
"Ekspansi kategori tetap dibarengi dengan upaya menjaga kualitas produk. Strategi tersebut sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan portofolio, tidak sekadar menghasilkan banyak pilihan bagi konsumen, tapi juga membangun daya saing jangka panjang," ujarnya.
Menurutnya, diversifikasi menjadi penting karena pasar elektronik rumah tangga menghadapi perubahan kebutuhan konsumen dan tekanan persaingan. Dengan memperluas lini bisnis, produsen memiliki lebih banyak sumber pendapatan sekaligus peluang menangkap pertumbuhan di segmen baru.
"Selain kendaraan listrik, kami juga mempertahankan bisnis di sejumlah kategori utama. Pada segmen audio, produk speaker diklaim masih berada di posisi teratas pasar. Sedangkan televisi berada di kisaran peringkat tiga hingga empat," ungkapnya.
Diantika menilai, keberagaman portofolio tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk mempertahankan relevansi merek lokal di tengah konsumen Indonesia.
“Karena brand lokal bisa menjadi kebanggaan Indonesia,” tegasnya.
Ia memaparkan, keberadaan merek lokal juga memiliki dampak lebih luas terhadap ekosistem industri, mulai dari produksi hingga aktivitas perdagangan dan penjualan. Apalagi, di tengah tantangan ekonomi, pihaknya pun mencoba membangun sentimen positif melalui program sosial.
"Program tersebut diwujudkan melalui kampanye donasi bersama Kitabisa yang menyasar sektor pendidikan dan UMKM. Masyarakat dapat berpartisipasi melalui aktivitas digital. Setiap satu kali berbagi konten kampanye akan dikonversikan menjadi donasi senilai Rp51.000, dengan program berlangsung hingga akhir Oktober 2026," terangnya.
Editor: Elva Setyaningrum