Erick Thohir: Olahraga Bukan Sekadar Aktivitas, tapi Investasi Kesehatan
KOTA TANGERANG, iNewsTangsel.id -Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menilai olahraga tidak semestinya dipandang hanya sebagai aktivitas fisik atau rekreasi. Padahal, olahraga merupakan investasi jangka panjang untuk membangun karakter sekaligus menjaga kesehatan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Erick, pada Senin (14/9/2026), saat memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Alfamart Run 2026 yang dijadwalkan digelar di Plaza Parkir Timur Senayan, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (18/10/2026).
Menurut Erick, olahraga dapat membentuk karakter masyarakat yang memiliki kedisiplinan dan daya juang. Kebiasaan berolahraga juga menjadi salah satu fondasi untuk menciptakan masyarakat yang lebih sehat dan aktif.
"Kegiatan olahraga yang dikemas secara menarik dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan partisipasi masyarakat. Format sport entertainment, misalnya, dapat mempertemukan olahraga dengan komunitas dan hiburan sehingga aktivitas fisik menjadi lebih mudah diterima berbagai kelompok masyarakat," terangnya.
Erick juga menyoroti masih besarnya ruang untuk meningkatkan partisipasi olahraga di Indonesia, khususnya di kalangan generasi muda. Karena kelompok usia muda memiliki potensi besar untuk menjadi basis pengembangan budaya olahraga nasional. Karena itu, kegiatan yang mendorong anak muda untuk lebih aktif bergerak perlu terus diperbanyak.
“Kalau kegiatan lari dan olahraga ini terus memacu hal yang positif, tentunya dari sisi kesehatan ini bagus buat bangsa kita. Tidak ada bangsa yang maju tanpa generasi yang baik dan sehat,” tegasnya.
Erick juga melihat perkembangan olahraga memiliki dampak yang lebih luas terhadap perekonomian. Meningkatnya aktivitas olahraga dapat menciptakan ruang bagi tumbuhnya industri olahraga, penyelenggaraan event, komunitas hingga keterlibatan pelaku usaha kecil.
"Indonesia masih memiliki peluang besar untuk mengembangkan industri olahraga agar kontribusinya terhadap perekonomian semakin kuat. Karena olahraga juga investasi untuk perekonomian,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Marketing Director Alfamart Ryan Alfons Kaloh menambahkan, perkembangan olahraga lari menjadi salah satu contoh meningkatnya aktivitas olahraga berbasis komunitas. Berbagai lomba lari kini tidak hanya diikuti atlet, tapi juga masyarakat umum dengan tingkat kemampuan yang beragam.
"Minat masyarakat terhadap olahraga lari terus berkembang dan mulai bergeser menjadi bagian dari gaya hidup. Tren tersebut terlihat dari antusiasme terhadap Alfamart Run 2026 yang memasuki tahun kelima penyelenggaraannya dan akan diikuti 5.000 pelari," ungkapnya.
Ia menerangkan, tahun ini peserta dapat mengikuti kategori 5 kilometer (5K) dan 10 kilometer (10K) yany dikembangkan dengan menggabungkan kompetisi olahraga dan hiburan. Namun, aktivitas lari tetap menjadi inti utama kegiatan.
“Olahraga lari tetap menjadi esensi utama, namun kami lengkapi dengan entertainment dan berbagai pengalaman lain yang bisa dinikmati peserta. Panitia juga menyiapkan hadiah podium dengan total nilai Rp250 juta untuk 252 pemenang. Selain itu, peserta juga berkesempatan mendapatkan hadiah melalui mekanisme door prize," ujar Ryan
Menurut dia, tingginya minat peserta tidak hanya berasal dari wilayah Jabodetabek. Pada penyelenggaraan sebelumnya, peserta juga datang dari sejumlah kota seperti Bandung, Yogyakarta, Surabaya hingga daerah di luar Pulau Jawa.
"Antusiasme tersebut menunjukkan semakin luasnya basis komunitas lari sekaligus berkembangnya konsep sport entertainment di Indonesia. Peserta tidak hanya mengejar catatan waktu, tapi juga menjadikan ajang lari sebagai ruang berkumpul, berekreasi dan membangun komunitas," imbuhnya.
Ia mengungkapkan, aspek keberlanjutan juga menjadi bagian dari penyelenggaraan tahun ini. Jersey peserta menggunakan material hasil daur ulang yang berasal dari 12 botol plastik berukuran 1,5 liter.
"Pengelolaan sampah selama kegiatan juga dilakukan melalui pemilahan sampah organik dan anorganik untuk selanjutnya dikelola sesuai jenis materialnya. Jadi, penyelenggaraan event olahraga berskala besar juga perlu diikuti dengan tanggung jawab terhadap lingkungan," pungkas Ryan.
Editor: Elva Setyaningrum