Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Banten Siaga El Nino, Antisipasi Kekeringan Diperkuat hingga Distribusi Air Bersih
Advertisement . Scroll to see content

Kemarau Ekstrem, 62 Ribu Warga Tangerang Terancam Kekeringan

Selasa, 15 September 2026 | 20:49 WIB
  • author Elva
Kemarau Ekstrem, 62 Ribu Warga Tangerang Terancam Kekeringan
BPBD Banten membantu memenuhi kebutuhan air bersih untuk warga di Kabupaten Tangerang. (Foto: Istimewa)

TANGERANG, iNewsTangsel.id -Kemarau ekstrem mulai melanda 73 desa/kelurahan di 25 kecamatan di Kabupaten Tangerang, Banten. Sebanyak 62.076 jiwa dari 23.430 kepala keluarga (KK) terdampak kekeringan. Bahkan, sebagian warga mulai bergantung pada distribusi air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

‎Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Achmad Taufik mengatakan, hampir seluruh wilayah Kabupaten Tangerang mulai merasakan dampak kemarau.Kondisi ini terjadi sejak periode 1 Juli hingga 12 September 2026, ketika hujan semakin jarang dan sejumlah wilayah berpotensi mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) lebih dari 60 hari.

‎"Untuk membantu warga memenuhi kebutuhan air, kami telah melakukan 330 kali pengiriman air bersih ke 178 titik terdampak," ujarnya, Selasa (15/9/2026).

‎Ia menjelaskan, sebanyak 25 dari 29 kecamatan di Kabupaten Tangerang kini masuk status Awas Bencana Kekeringan berdasarkan peringatan dini BMKG pada Dasarian II September 2026 atau periode 11–20 September. Kondisi tersebut tidak hanya menyangkut berkurangnya sumber air, tapi juga meningkatnya kebakaran lingkungan dan terganggunya aktivitas sehari-hari.

‎"Wilayah yang masuk status tersebut, antara lain Balaraja, Cikupa, Cisauk, Curug, Gunung Kaler hingga Tigaraksa, serta sejumlah kecamatan lain di wilayah utara, tengah dan selatan Kabupaten Tangerang," paparnya.

‎Menurutnya, pasokan air bersih saat ini masih dapat ditangani pemerintah daerah dengan melibatkan sejumlah pihak, termasuk PDAM dan PMI.

‎“Untuk kebakaran dan suplai air itu seluruhnya bisa kita layani bersama, terutama suplai air ya bisa dibantu oleh PDAM, PMI, bahkan pihak swasta,” katanya.

‎Ia menambahkan, ancaman kekeringan juga berjalan beriringan dengan meningkatnya potensi kebakaran. Apalagi, hujan yang turun di sejumlah wilayah sejauh ini hanya berupa gerimis dan belum cukup untuk mengatasi kondisi kering. Karena hujan yang turun hanya di sekitar Tigaraksa.

‎"Kami memperkirakan kondisi kekeringan masih dapat berlangsung hingga 60 hari ke depan. Maka, untuk sementara belum menetapkan status siaga bencana karena kebutuhan masyarakat masih dinilai dapat ditangani melalui penyaluran air dan penanganan di lapangan," ujarnya.

Namun, lanjutnya, status siaga akan dipertimbangkan apabila kekeringan berlangsung lebih lama dan cakupan wilayah terdampak semakin meluas.

Editor: Elva Setyaningrum

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut