Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Usut Suap HGB Summarecon, KPK Pendalaman Keterlibatan Dua Dirjen Lain di Kementerian ATR/BPN
Advertisement . Scroll to see content

Pelaku Pembawa Sajam Saat Geruduk Rumah Doa GKPI di Tangerang Minta Maaf dan Akui Khilaf

Selasa, 22 September 2026 | 10:00 WIB
  • author Aries
Pelaku Pembawa Sajam Saat Geruduk Rumah Doa GKPI di Tangerang Minta Maaf dan Akui Khilaf
Pelaku penggerudukan rumah doa GKPI di Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, yang membawa senjata tajam akhirnya minta maaf. [Foto: tangkapan layar Instagram]

TANGERANG, iNewsTangsel - Insiden penggerudukan Rumah Doa Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) di Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, berakhir damai. Usai kesepakatan damai, seorang pria bernama Aji Cahyono Putra alias Gozil mengunggah video klarifikasi setelah kedapatan membawa senjata tajam ke lokasi ibadah saat penggerudukan.

Video berdurasi 30 detik tersebut dibuat secara terbuka setelah proses mediasi rampung digelar di Aula Kantor Kecamatan Rajeg. Dalam tayangan tersebut, Gozil secara langsung mengakui kekhilafannya yang membawa arit rumput saat mendatangi jemaat.

"Dengan ini, saya meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada umat Kristen atas kerusuhan yang terjadi karena kekhilafan saya," ujar Aji dalam rekaman video yang diunggah, Senin (21/9/2026).

Permohonan maaf secara terbuka ini disampaikan pelaku sebagai wujud iktikad baik untuk menyelesaikan perselisihan. Kesepakatan damai tercapai berkat mediasi cepat yang melibatkan unsur Forkopimda Kabupaten Tangerang, Kementerian Agama, hingga tokoh masyarakat setempat. Langkah penanganan ini diambil untuk meredam ketegangan serta mengembalikan kondusivitas wilayah pasca-kejadian.

Kapolresta Tangerang Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mengonfirmasi bahwa perkara tersebut telah diselesaikan sepenuhnya melalui jalur kekeluargaan. Kepolisian tidak melanjutkan proses hukum karena kedua belah pihak sudah saling memaafkan tanpa ada laporan resmi.

"Sudah damai, dan Pak Pendeta tidak melaporkan terkait hal ini," tegas Indra dalam keterangannya. Pihak kepolisian juga mengimbau warga agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh isu liar di media sosial.

Perwakilan jemaat GKPI, Hadi Sucipto, menegaskan bahwa pihak gereja telah menerima permohonan maaf tersebut dengan lapang dada. "Kami menerima penyelesaian secara damai dan tidak akan mempermasalahkan persoalan ini lebih lanjut," ungkap Hadi dalam pernyataan resminya.

Sebelumnya, kegiatan peribadatan jemaat GKPI di Kampung Periuk sempat diwarnai kepanikan akibat kedatangan sekelompok massa pada Minggu lalu. Aksi seorang warga yang membawa senjata tajam ke lokasi tersebut sempat viral dan memicu kekhawatiran masyarakat luas.

Editor: Aris

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut