Makanan Program MBG Harus Aman, SPPG Tangerang Diawasi
"Aspek waktu distribusi juga menjadi perhatian karena makanan harus sampai kepada penerima manfaat dalam kondisi layak dikonsumsi. Pengiriman dilakukan menggunakan armada khusus dengan waktu tempuh maksimal sekitar 15 menit menuju titik penerima," ujarnya.
Selain proses pengolahan dan distribusi, lanjutnya, wadah makanan juga mendapat perhatian. Makanan MBG disajikan menggunakan wadah ompreng yang kemudian dikembalikan setelah selesai digunakan untuk dibersihkan dan dipakai kembali.
"Pelaksanaan MBG tidak cukup hanya dengan memastikan makanan tersedia. Kandungan gizi, kebersihan proses pengolahan, keamanan makanan serta ketepatan waktu distribusi harus menjadi bagian dari pengawasan," ungkapnya.
Ia juga mendorong keterlibatan fasilitas kesehatan, termasuk Puskesmas, dalam memastikan menu yang disediakan sesuai dengan kebutuhan gizi penerima manfaat.
“Yang paling penting adalah bagaimana program ini terus berjalan dengan baik, makanannya bergizi, prosesnya higienis, distribusinya tepat waktu, dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegas Maesyal.
Diketahui, saat ini tercatat sekitar 316 SPPG telah tersertifikasi di Kabupaten Tangerang dan dan diperkirakan menyerap sekitar 12.000 tenaga kerja lokal. Setiap SPPG rata-rata mempekerjakan sekitar 40 warga.
Editor: Elva Setyaningrum