Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Lebih dari 1.600 Peserta dari 42 Negara Ramaikan Pameran Industri di Jakarta
Advertisement . Scroll to see content

Pendidikan Bahasa dan Budaya Jepang Didorong Lebih Dekat dengan Kebutuhan Industri

Selasa, 20 Oktober 2026 | 11:16 WIB
  • author Hasiholan
Pendidikan Bahasa dan Budaya Jepang Didorong Lebih Dekat dengan Kebutuhan Industri
Pendidikan bahasa dan budaya asing menjadi salah satu cara memperluas wawasan generasi muda sekaligus membangun pemahaman lintas budaya. Foto istimewa

JAKARTA , iNewsTangsel.id - Pengenalan budaya asing melalui kegiatan pendidikan menjadi salah satu cara memperluas wawasan generasi muda dan membangun pemahaman lintas budaya. Festival budaya Jepang yang digelar pada 12–13 Oktober 2026 di Jakarta menarik lebih dari 1.000 pengunjung, mayoritas pelajar SMA, yang mengikuti berbagai kegiatan dan kompetisi.

Kegiatan ini menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa dan budaya tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga dapat dikembangkan melalui festival, pertunjukan, dan interaksi langsung. Sebanyak 73 peserta mengikuti kompetisi dalam acara bertema Cyber Harajuku: Colors of the Future tersebut.

Di tengah hubungan global yang semakin erat, pendidikan budaya juga berkaitan dengan kesiapan generasi muda menghadapi lingkungan profesional lintas negara. Karena itu, kolaborasi antara institusi pendidikan, alumni, komunitas, dan dunia industri menjadi salah satu unsur penting untuk menghubungkan pemahaman budaya dengan kebutuhan dunia kerja.

Festival yang diselenggarakan bersama Himpunan Mahasiswa Sastra Jepang itu sekaligus menandai 25 tahun perjalanan program Japanese Popular Culture. Kegiatan tersebut mempertemukan mahasiswa, alumni, mitra industri, komunitas, dan masyarakat dalam ruang interaksi budaya.

Dekan Fakultas Humaniora, Dr. Elisa Carolina Marion, mengatakan pembelajaran tentang Jepang perlu terus berkembang agar relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dinamika global.

“Mahasiswa tidak hanya mempelajari budaya, tetapi juga memiliki kesempatan untuk menciptakan ruang interaksi, membangun kolaborasi, dan memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat,” ujarnya, Selasa (20/10/2026).

Acara tersebut turut dihadiri 25 alumni dan 25 mitra industri, termasuk The Japan Foundation, PT PERSOL Recruitment Indonesia, Hotel Kuretakeso, RGF HR Agent Indonesia, dan PT Awina. Kehadiran mereka membuka ruang bagi mahasiswa untuk mengenal kebutuhan industri serta peluang karier yang berkaitan dengan kemampuan bahasa dan pemahaman budaya Jepang.

Kepala program Japanese Popular Culture, Dr. Rudi Hartono Manurung, mengatakan pembelajaran juga diarahkan pada pengembangan komunikasi profesional melalui mata kuliah komunikasi bisnis dan korespondensi bisnis Jepang dalam konteks industri global.

"Penguatan hubungan dengan alumni dan mitra industri diharapkan dapat memperluas kesempatan mahasiswa mengembangkan kompetensi dan mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja internasional", tegas Rudi.

Editor: Hasiholan Siahaan

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut