Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Pembiayaan UMKM Tembus Rp6,2 Triliun di Tengah Tantangan Ekonomi
Advertisement . Scroll to see content

Himpun Dana Murah, Perbankan Genjot Nasabah dan Transaksi Digital

Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:47 WIB
  • author Hasiholan
Himpun Dana Murah, Perbankan Genjot Nasabah dan Transaksi Digital
Secara kuartalan, outstanding kredit bank only meningkat Rp1,8 triliun dibandingkan triwulan sebelumnya. Foto istimewa

JAKARTA, iNewsTangsel.id - bank bjb mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 37,3 persen menjadi Rp1,1 triliun hingga September 2026. Capaian ini ditopang oleh efisiensi operasional, peningkatan pendapatan berbasis komisi, serta pengelolaan risiko di tengah dinamika industri perbankan.

Kinerja tersebut disampaikan dalam Earnings Call Triwulan III Tahun Buku 2026 di Bandung, Kamis (29/10/2026). Dalam pemaparan kepada investor dan analis pasar modal, bank bjb menegaskan strategi growth with quality untuk menjaga pertumbuhan bisnis sekaligus mempertahankan kualitas aset.

Direktur Utama bank bjb Ayi Subarna menegaskan konsistensi strategi dan kemampuan beradaptasi menjadi faktor penting dalam menjaga kinerja perusahaan.

"Dengan mengedepankan tata kelola yang baik, prinsip kehati-hatian, dan orientasi pada kebutuhan nasabah, bank bjb terus memperkuat fondasi bisnis untuk menghadapi tantangan industri perbankan", ujar Ayi.

Hingga September 2026, total aset konsolidasi bank bjb mencapai Rp219,7 triliun. Sementara itu, total kredit dan pembiayaan konsolidasi tercatat Rp142,3 triliun, dengan penyaluran kredit secara bank only sebesar Rp112,9 triliun.

Secara kuartalan, outstanding kredit bank only meningkat Rp1,8 triliun dibandingkan triwulan sebelumnya. Pertumbuhan juga terlihat pada segmen produktif, dengan kredit korporasi naik Rp1 triliun atau 7 persen dan segmen komersial meningkat Rp495 miliar atau 4,2 persen.

Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) konsolidasi mencapai Rp155,6 triliun dengan rasio Current Account Saving Account (CASA) sebesar 44,9 persen. Bank bjb terus memperkuat dana murah melalui akuisisi nasabah, perluasan kerja sama penggajian (payroll), dan optimalisasi kanal digital.

Pembukaan rekening melalui kanal digital tercatat berkisar 7.000 hingga 12.000 rekening setiap bulan. Langkah ini diharapkan memperluas basis nasabah sekaligus meningkatkan aktivitas transaksi.

Di tengah ekspansi bisnis, bank bjb tetap menjaga kualitas aset. Per September 2026, rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) tercatat 2,87 persen, sedangkan rasio Loan at Risk (LAR) berada di level 9,92 persen.

Dari sisi operasional, beban operasional berhasil ditekan sekitar 2 persen. Efisiensi tersebut turut mendorong pertumbuhan laba operasional sebelum pencadangan kerugian penurunan nilai atau Pre-Provision Operating Profit (PPOP) lebih dari 5,5 persen secara tahunan.

Pendapatan bunga bersih juga tumbuh 1,8 persen secara tahunan, sementara pendapatan berbasis komisi (fee-based income) mencapai Rp1,7 triliun. Untuk mengantisipasi potensi risiko portofolio, perseroan membentuk Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) sebesar Rp692 miliar secara konservatif.

Memasuki triwulan IV 2026, bank bjb akan melanjutkan strategi pertumbuhan berkualitas melalui penguatan dana murah, pengendalian biaya dana, penyaluran kredit secara selektif, peningkatan pendapatan nonbunga, serta efisiensi operasional.

Perseroan juga memperkuat pemulihan kredit bermasalah dan meningkatkan kualitas analisis kredit guna menjaga keberlanjutan kinerja di tengah perubahan kondisi pasar keuangan.

Editor: Hasiholan Siahaan

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut