Sambut Satu Abad, Alkhairaat Perkuat Pendidikan, Kerukunan, dan Nasionalisme
Ketua Panitia Silatnas Alkhairaat, Samsudin M. Pay, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sarana menyusun fondasi organisasi untuk menghadapi tantangan abad berikutnya. Menurut dia, meskipun berawal dari Sulawesi Tengah, jaringan pendidikan dan dakwah Alkhairaat kini telah menjangkau berbagai wilayah Nusantara.
“Silatnas ini akan memperkokoh peran Alkhairaat menyambut satu abad dan ingin meletakkan fondasi kuat menghadapi abad berikutnya,” kata Samsudin. Dia menyebut Alkhairaat berdiri pada 1930 dan dirintis Guru Tua melalui dakwah yang mendorong masyarakat mendirikan madrasah serta memperluas akses pendidikan.
Saat ini, Alkhairaat memiliki sekitar 2.000 madrasah diniyah awaliyah yang tersebar di sejumlah wilayah Indonesia, terutama kawasan timur. Jaringan pendidikannya juga mencakup sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, madrasah aliyah, hingga Universitas Alkhairaat di Palu, serta didukung layanan sosial dan kesehatan melalui rumah sakit.
Untuk menyambut satu abad organisasi, panitia menyiapkan sejumlah agenda, termasuk seminar nasional pada 30 November dan puncak kegiatan Silatnas pada malam harinya. Samsudin menyampaikan sejumlah menteri telah mengonfirmasi kehadiran, sementara panitia juga mengundang kehadiran Presiden atau Wakil Presiden pada kegiatan tersebut sebagai bagian dari penguatan peran Alkhairaat dalam pendidikan, dakwah, kerukunan, dan nasionalisme.
Editor: Vitrianda Hilba Siregar