Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kronologi Polemik SMPN 25 Tangsel hingga Berujung Pembatalan
Advertisement . Scroll to see content

Pemkot Tangsel Respons Demo Mahasiswa Terkait Sekda: Mari Bedah Aturan Secara Akademis

Selasa, 03 November 2026 | 16:04 WIB
  • author Tim iNews Tangsel
Pemkot Tangsel Respons Demo Mahasiswa Terkait Sekda: Mari Bedah Aturan Secara Akademis
Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) merespons aksi unjuk rasa mahasiswa yang mempersoalkan dinamika jabatan Sekretaris Daerah (Sekda). Foto: Ist

CIPUTAT, iNewsTangsel.id – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) merespons aksi unjuk rasa mahasiswa yang mempersoalkan dinamika jabatan Sekretaris Daerah (Sekda). Respons tersebut disampaikan setelah puluhan mahasiswa menggelar demonstrasi di depan Kantor Pusat Pemerintahan Kota Tangsel, Jalan Maruga Raya, Ciputat, Senin (2/11/2026).

Pemkot Tangsel menilai penyampaian aspirasi tersebut merupakan bagian dari kontrol sosial masyarakat terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah. Kritik mahasiswa juga dipandang sebagai bentuk kepedulian generasi muda terhadap transparansi dan akuntabilitas birokrasi.

Pemkot menghargai setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat sebagai fungsi pengawasan publik diperlukan agar penyelenggaraan pemerintahan tetap berjalan sesuai prinsip tata kelola yang baik.

"Aspirasi dan kritik yang disampaikan rekan-rekan mahasiswa hari ini merupakan bagian penting dari kontrol sosial. Kami berterima kasih atas kepedulian tersebut, karena Pemkot Tangsel tidak bisa berjalan sendiri tanpa pengawasan publik," ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangsel, Tubagus Asep Nurdin, Selasa (3/11/2026).

Terkait persoalan jabatan Sekda yang menjadi sorotan mahasiswa, Asep menegaskan seluruh kebijakan kepegawaian di lingkungan Pemkot Tangsel mengacu pada regulasi nasional dan ketentuan perundang-undangan. Ia memastikan proses administrasi pemerintahan harus dilaksanakan berdasarkan aturan yang berlaku.

Untuk menjawab berbagai pertanyaan dan mencegah kesalahpahaman, Pemkot Tangsel menawarkan dialog dan pertemuan terbuka dengan perwakilan mahasiswa. Pemerintah bahkan mempersilakan mahasiswa berdiskusi langsung bersama tim hukum dan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).

"Agar tidak timbul interpretasi liar di tengah masyarakat, kami sangat menyambut baik jika adik-adik mahasiswa ingin duduk bersama tim hukum dan BKPSDM. Mari kita bedah aturan dan datanya secara jernih, objektif, dan akademis," kata Asep.

Selain merespons tuntutan demonstrasi, Pemkot Tangsel meminta masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, terutama yang beredar melalui media sosial. Asep mengingatkan pentingnya menjaga situasi tetap kondusif di tengah berkembangnya dinamika sosial dan politik daerah.

Pemkot Tangsel juga memastikan polemik jabatan Sekda tidak mengganggu aktivitas pemerintahan maupun pelayanan kepada masyarakat. Seluruh aparatur sipil negara (ASN) diminta tetap menjalankan tugas secara profesional, mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan, hingga organisasi perangkat daerah.

Asep menegaskan pelayanan kesehatan, pendidikan, penanganan banjir, pengelolaan sampah, serta pembangunan infrastruktur tetap menjadi prioritas pemerintah daerah. Menurutnya, dinamika yang berkembang tidak boleh menghambat pelaksanaan program pembangunan maupun pemenuhan kebutuhan dasar warga.

"Prioritas utama seluruh aparatur Pemkot Tangsel tetap pada pelayanan publik. Program pembangunan infrastruktur, fasilitas kesehatan, penanganan sampah, hingga pendidikan masyarakat tidak boleh kendur sedikit pun," tegasnya.

Editor: Vitrianda Hilba Siregar

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut