Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Himpun Dana Murah, Perbankan Genjot Nasabah dan Transaksi Digital
Advertisement . Scroll to see content

Dana Nasabah Melonjak 93 Persen, Kredit Perbankan Digital Tembus Rp11,66 Triliun

Jum'at, 06 November 2026 | 17:50 WIB
  • author Hasiholan
Dana Nasabah Melonjak 93 Persen, Kredit Perbankan Digital Tembus Rp11,66 Triliun
Pertumbuhan ini menunjukkan peningkatan aktivitas penghimpunan dana dan penyaluran pembiayaan di tengah persaingan layanan perbankan digital. Foto ilustrasi

JAKARTA, iNewsTangsel.id - Penghimpunan dana masyarakat di industri perbankan digital menunjukkan pertumbuhan signifikan. Salah satu bank digital mencatat dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp13,43 triliun hingga September 2026, meningkat 93 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp6,97 triliun.

Lonjakan dana tersebut terjadi bersamaan dengan ekspansi penyaluran kredit yang mencapai Rp11,66 triliun atau tumbuh 46 persen secara tahunan. Pertumbuhan ini menunjukkan peningkatan aktivitas penghimpunan dana dan penyaluran pembiayaan di tengah persaingan layanan perbankan digital.

Di sisi profitabilitas, laba bersih bank berkode saham BBSI tersebut mencapai Rp157,91 miliar selama sembilan bulan pertama 2026. Angka itu meningkat 25 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp126,08 miliar.

Presiden Direktur Anton Hermawan mengatakan, pertumbuhan bisnis harus diimbangi dengan penguatan fundamental dan pengelolaan risiko yang disiplin.

"Kami percaya bahwa keberhasilan bisnis tidak hanya diukur dari seberapa cepat pertumbuhan dicapai, tetapi juga dari kualitas dan keberlanjutan pertumbuhan tersebut," ujar Anton, Jumat (6/11/2026).

Selain DPK, penghimpunan dana murah atau Current Account Savings Account (CASA) juga meningkat 120 persen menjadi Rp3,07 triliun dari Rp1,37 triliun pada September 2025.

Dari sisi neraca, total aset tercatat Rp17,64 triliun atau tumbuh 65 persen dibandingkan posisi Rp10,67 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan bunga bersih juga meningkat 67 persen menjadi Rp2,13 triliun.

Sementara itu, rasio kecukupan modal atau KPMM tercatat 36,52 persen dengan rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 86,82 persen.

Anton menyatakan perusahaan akan menjaga keseimbangan antara ekspansi kredit, kualitas aset, kecukupan modal, dan likuiditas untuk menghadapi dinamika industri perbankan.

Kinerja tersebut merupakan laporan keuangan sembilan bulan pertama 2026 yang berakhir pada 30 September dan masih berstatus belum diaudit (unaudited).

Editor: Hasiholan Siahaan

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut