Yason menambahkan bahwa pendekatan pembelajaran di sekolah ini menempatkan murid sebagai subjek utama yang aktif menentukan tujuan belajarnya. Proses belajar dirancang untuk memanusiakan hubungan, mengutamakan empati, serta memperkuat koneksi positif antara guru dan murid. Dengan pendekatan ini, materi pembelajaran dihubungkan dengan kehidupan nyata, menciptakan kesinambungan antara topik dan jenjang pendidikan, serta memungkinkan aplikasi yang relevan.
“Melalui pendekatan ini, siswa diberi kebebasan memilih tingkat tantangan sesuai dengan kemampuannya. Hal ini melatih mereka untuk menemukan solusi secara mandiri. Dengan memberdayakan konteks pembelajaran tersebut, kami melatih kepekaan siswa agar menjadi kontributor aktif dalam lingkungan mereka, menjadikan pembelajaran lebih bermakna,” tutup Yason.
Editor : Hasiholan Siahaan
Artikel Terkait