JAKARTA, iNewsTangsel.id - Konsep healthy skin without makeup atau kulit sehat tanpa kosmetik menjadi arah baru industri kecantikan pada tahun 2026. Perubahan itu terjadi seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap fungsi dasar kulit sehingga ada upaya membangun kesehatan kulit dari dalam.
Demikianlah diungkapkan dokter Estetika Glowing Skin, Healthy Scalp & Hair Expert Dermies Max Aesthetic Clinic by ERHA Kemang, dr. Acha Medissia saat meresmikan flagship clinic di Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Menurut dia, prinsip utama tren ini adalah penguatan skin barrier atau lapisan pelindung kulit. Kulit yang memiliki barrier sehat dinilai mampu menjaga kelembapan secara optimal serta lebih tahan terhadap paparan polusi, radikal bebas, dan faktor lingkungan lainnya.
“Ketika fungsi pelindung kulit bekerja dengan baik, tampilan kulit akan terlihat lebih cerah alami tanpa ketergantungan pada makeup,” katanya.
Dia mengungkapkan, sejumlah perawatan medis estetika kini lebih diarahkan untuk memperbaiki fondasi kulit. Prosedur seperti skin boosterdan teknologi berbasis DNA salmon tidak semata mengejar efek glowing, tetapi difokuskan pada perbaikan struktur kulit, peningkatan kelembapan, serta stimulasi regenerasi sel kulit secara bertahap.
“Berbeda dengan tren sebelumnya yang identik dengan anti aging, pendekatan perawatan kulit ke depan lebih menekankan konsep aging gracefully,” imbuhnya.
dr. Acha menerangkan, penuaan dipandang sebagai proses alami yang tidak perlu dilawan secara ekstrem, melainkan dirawat agar kulit tetap sehat, lembap, dan terawat sesuai usia.
“Dengan perawatan yang tepat, seseorang diharapkan tampil segar sesuai dengan usianya, bukan tampak lebih tua akibat kulit kering dan tidak terjaga,” ucapnya.
Namun demikian, lanjutnya, tantangan utama pengembangan tren ini terletak pada pemerataan edukasi. Masyarakat perkotaan cenderung lebih mudah mengakses informasi dan layanan kesehatan kulit.
“Sedangkan, masyarakat di daerah masih menghadapi keterbatasan edukasi terkait perawatan kulit yang benar dan
berkelanjutan. Kondisi demografis, termasuk meningkatnya populasi usia lanjut, juga menjadi faktor penting dalam pendekatan perawatan kulit yang lebih holistik,” ujarnya.
Dia menambahkan, selain perawatan luar, pola hidup turut memegang peran krusial. Konsumsi makanan tinggi gula dan lemak, yang umum di kalangan generasi muda, dinilai dapat mempercepat penuaan kulit.
“Untuk itu, edukasi mengenai nutrisi seimbang, manajemen stres, serta gaya hidup sehat menjadi bagian tak terpisahkan dari perawatan kulit modern,” pungkasnya.
Editor : Elva Setyaningrum
Artikel Terkait
