JAKARTA, iNewsTangsel.id - Laju pesat pengembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) membuka ruang lebih luas bagi talenta Indonesia untuk tampil dan berkontribusi di panggung teknologi global. Salah satu figur yang menonjol adalah Juan Anugraha Djuwadi, Product Manager Google Amerika Serikat, yang aktif mendorong pengembangan AI agar tidak sekadar canggih, tetapi juga berdampak nyata bagi pengguna.
Pandangan tersebut disampaikan Juan dalam webinar bertajuk “AI Streamline Your Business: Build Internal Apps with AI”. Dalam forum itu, Juan membagikan pengalaman dan perspektifnya mengenai strategi membangun serta mengimplementasikan AI secara efektif di lingkungan organisasi, baik sektor publik maupun swasta.
Menurut Juan, keberhasilan adopsi AI tidak ditentukan oleh kompleksitas teknologi, melainkan oleh kemampuannya menjawab kebutuhan nyata pengguna. Ia menegaskan bahwa orientasi produk harus selalu berangkat dari manfaat yang dirasakan secara langsung. “Pengguna tidak terlalu memikirkan seberapa rumit teknologi di baliknya. Yang mereka butuhkan adalah solusi yang benar-benar bekerja dan membantu,” kata Juan, Kamis (15/1/2026).
Dalam pengembangan produk digital berskala besar, Juan menyoroti dua prinsip utama, yakni less is more dan the details matter. Kesederhanaan desain dan fungsi dinilai krusial untuk mendorong adopsi, sementara perhatian terhadap detail menjadi faktor penentu ketika produk digunakan oleh jutaan pengguna. Kesalahan kecil, menurutnya, dapat berujung pada dampak besar jika terjadi dalam sistem berskala global.
Berbekal pengalaman berkarier di berbagai perusahaan teknologi ternama di Amerika Serikat, seperti Niantic, Scopely, Activision, dan Electronic Arts, Juan juga menekankan pentingnya keseimbangan antara data dan intuisi dalam pengambilan keputusan. Data berperan dalam proses pengujian dan optimasi, sementara intuisi menjadi fondasi untuk melahirkan inovasi dan visi jangka panjang.
Editor : Hasiholan Siahaan
Artikel Terkait
