JAKARTA, iNewsTangsel.id - Pemulihan sektor Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions (MICE) mendorong perubahan pendekatan dalam penyelenggaraan pertemuan bisnis. Tidak lagi semata berfokus pada agenda formal, tren MICE kini menekankan pengalaman yang lebih interaktif dan kolaboratif.
Menjawab dinamika tersebut, Aloft Surabaya Pakuwon City menyiapkan konsep pertemuan yang dirancang lebih fleksibel dan partisipatif. Fasilitas standar seperti perangkat presentasi dan ruang pertemuan berkapasitas besar dipadukan dengan pendekatan non-konvensional untuk menjaga keterlibatan peserta.
Multi Property General Manager Aloft Surabaya Pakuwon City, Reza Aryawarman, menyebut perubahan pola meeting menjadi kebutuhan yang tidak terelakkan.
“Model pertemuan kini menuntut interaksi yang lebih hidup. Ruang dan format harus mampu mendorong komunikasi, bukan sekadar menampung peserta,” ujarnya, Senin (2/2/2026).
Salah satu pendekatan yang digunakan adalah menghadirkan elemen pengalaman langsung dalam sesi pertemuan, termasuk aktivitas kuliner yang memungkinkan peserta berinteraksi di luar forum formal. Konsep ini dinilai mampu memecah kejenuhan dan memperkuat jejaring antarpeserta.
Aloft Surabaya Pakuwon City memiliki tujuh ruang pertemuan dengan kapasitas hingga ratusan orang, dilengkapi area pendukung yang dirancang terbuka dan adaptif. Lokasinya di Surabaya Timur yang berdekatan dengan kawasan industri membuat hotel ini kerap menjadi titik temu kegiatan korporasi dan komunitas bisnis. “Intinya, pertemuan harus relevan dengan cara orang bekerja hari ini—lebih cair, kolaboratif, dan berorientasi hasil,” kata Reza.
Di tengah kompetisi ketat sektor MICE, pendekatan berbasis pengalaman menjadi salah satu strategi untuk menjaga efektivitas pertemuan sekaligus menjawab tuntutan peserta yang semakin kritis terhadap kualitas interaksi.
Editor : Hasiholan Siahaan
Artikel Terkait
