SERPONG, iNewsTangsel - Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, secara resmi mengumumkan pembentukan gerakan bersama aparat penegak hukum untuk mengaudit total izin pergudangan di kawasan Taman Tekno. Langkah drastis ini diambil sebagai respons cepat pemerintah atas tragedi pencemaran Sungai Cisadane akibat tumpahan zat kimia dari gudang pestisida yang terbakar.
Pihak Pemerintah Kota akan menggandeng Polres Tangsel dan Kejaksaan Negeri untuk memeriksa kelayakan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) hingga dokumen Analisis Dampak Lingkungan (Amdal). "Tadi sudah dibahas dengan instansi terkait, kita akan lakukan gerakan bersama untuk lakukan pemeriksaan SLF," tegas Benyamin usai rapat bersama di kawasan Serpong, Tangsel.
Benyamin mengungkapkan bahwa selama ini pihaknya menghadapi kendala birokrasi dan akses saat mencoba masuk ke dalam kawasan industri tersebut. Satpol-PP dilaporkan sering mengalami kesulitan teknis ketika hendak menjalankan fungsi pengawasan rutin terhadap standar keamanan gudang-gudang di sana.
Seharusnya pemeriksaan berkala dilakukan minimal dua kali dalam setahun untuk memastikan seluruh operasional perusahaan mematuhi aturan lingkungan hidup yang berlaku. "Sulit kita masuk ke mereka untuk lakukan pemeriksaan, itu yang dialami oleh Satpol-PP selama ini," papar Benyamin.
Selain fokus pada urusan izin, Benyamin mengeluarkan instruksi keras agar masyarakat tidak sekali-kali mengonsumsi ikan yang ditemukan mati di Sungai Cisadane. Imbauan ini merupakan langkah pencegahan agar warga tidak terpapar zat beracun yang terbawa aliran air pascakebakaran gudang pembasmi hama tersebut.
Dampak buruk dari racun kimia ini sangat berbahaya bagi kesehatan manusia jika masuk ke dalam sistem pencernaan melalui daging ikan yang tercemar. Benyamin mengingatkan bahwa keselamatan jiwa masyarakat harus menjadi prioritas utama di tengah krisis lingkungan yang sedang melanda wilayah Setu tersebut.
Dinas Kesehatan kini diperintahkan untuk melakukan pendataan dan deteksi dini terhadap warga yang mungkin sudah telanjur mengonsumsi biota sungai yang terdampak. "Saya minta siagakan puskesmas, jika ada warga yang mengalami mual dan muntah harus segera mendapatkan pengobatan medis," tuturnya.
Editor : Aris
Artikel Terkait
