KOTA TANGERANG, iNewsTangsel - Disnaker Kota Tangerang kembali mencatatkan keberhasilan melalui Program Gampang Kerja yang mampu membuka jalan bagi ratusan pencari kerja profesional. Inisiatif cemerlang ini berhasil menjaring 430 calon tenaga kerja untuk menjalani program On The Job Training (OJT) di 11 perusahaan ternama sepanjang tahun 2025.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang, Ujang Hendra Gunawan, menegaskan bahwa program ini merupakan terobosan baru untuk memudahkan akses kerja bagi pemuda setempat tanpa dipungut biaya. "Ini menjadi terobosan baru untuk membuka jaringan serta memudahkan akses anak-anak muda di Kota Tangerang mendapatkan pekerjaan secara profesional," ungkap Ujang dalam keterangannya, Sabtu (21/2/2026).
Selain sukses dengan program magang, Pemkot Tangerang juga mencatatkan angka fantastis dengan menyerap 2.034 pencari kerja melalui ajang Job Fair yang rutin digelar. Efektivitas program ini semakin terbukti lewat penyaluran 6.206 tenaga kerja tambahan yang difasilitasi oleh 116 Bursa Kerja Khusus (BKK) di seluruh wilayah.
Keberhasilan masif ini berdampak langsung pada penurunan angka pengangguran terbuka yang menjadi indikator utama kesehatan ekonomi di "Kota Benteng" tersebut. Berdasarkan data resmi BPS, angka pengangguran di Kota Tangerang sukses menyusut dari 5,92 persen pada 2024 menjadi 5,88 persen di penghujung tahun 2025.
Ujang Hendra Gunawan menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pemangku kepentingan yang telah berkolaborasi menyukseskan agenda besar tahunan ini. "Hasilnya luar biasa, Program Gampang Kerja berjalan sangat efektif dalam menyediakan lapangan pekerjaan dan menurunkan angka pengangguran," tambah Ujang.
Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menekankan bahwa fokus pemerintah tidak hanya berhenti pada penyerapan tenaga kerja, tetapi juga pada aspek peningkatan kesejahteraan. "Tak hanya kondisi industri yang kami tekankan tetapi juga kesejahteraan pekerja yang terus meningkat sebagai bukti investasi yang berkembang baik," tegas Sachrudin.
Komitmen nyata terhadap kesejahteraan buruh dibuktikan dengan kenaikan Upah Minimum Kota (UMK) sebesar 6,5 persen untuk mendukung daya beli masyarakat. Standar upah yang semula berada di angka Rp5.069.708 kini resmi melonjak menjadi Rp5.399.405 demi menjamin taraf hidup yang lebih layak bagi seluruh pekerja.
Dengan sinergi antara kemudahan akses kerja dan peningkatan upah, Kota Tangerang kini bertransformasi menjadi magnet kuat bagi para profesional muda. Program Gampang Kerja diprediksi akan terus berakselerasi guna menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang jauh lebih inklusif dan berkelanjutan di masa depan.
Editor : Aris
Artikel Terkait
