JAKARTA, iNewsTangsel.id - Ancaman krisis energi bukan sekadar isu di atas kertas, melainkan bom waktu yang bisa meledakkan stabilitas ekonomi nasional kapan saja. Hal ini ditegaskan Sekretaris Jenderal Asosiasi Manajemen Risiko Energi Indonesia (AMREI), Mohamad Soleh, dalam pelatihan nasional bertajuk Risk Culture dan Manajemen Risiko Pembangunan Nasional di Jakarta, Rabu (1/4/2026).
Soleh memperingatkan bahwa sektor energi saat ini dikepung berbagai risiko strategis. Jika lonjakan harga minyak dunia terjadi tanpa kesiapan mitigasi, dampaknya akan merembet ke segala lini: mulai dari jatuhnya ketahanan fiskal hingga guncangan hebat bagi pelaku usaha dan masyarakat luas.
"Kalau harga minyak meledak, risiko fiskal bisa jatuh, masyarakat dan pelaku usaha akan shock, dan operasional terganggu. Kita harus memastikan risiko ini tidak membesar dan menjadi krisis yang tidak terkendali," tegas Soleh.
Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta
Artikel Terkait
