Hadapi Risiko Strategis, AMREI Tekankan Pentingnya Mitigasi Dampak Kenaikan Harga Minyak

Vitrianda Hilba Siregar
Sekretaris Jenderal Asosiasi Manajemen Risiko Energi Indonesia (AMREI), Mohamad Soleh. Foto: Vitrianda

Guna membangun benteng pertahanan yang kuat, AMREI mendorong kementerian, lembaga negara, BUMN, hingga BUMD untuk menanggalkan cara-cara lama. Membangun budaya sadar risiko kini tidak lagi cukup dengan sosialisasi formal yang kaku. AMREI justru menggunakan pendekatan radikal melalui metode board game interaktif.

Lewat permainan ini, para pemangku kebijakan dipaksa merasakan langsung konsekuensi dari setiap keputusan yang mereka ambil. Mereka wajib berbagi pengalaman nyata, baik kegagalan maupun keberhasilan, sehingga komitmen menjalankan risk culture tidak hanya berhenti di pikiran, tetapi meresap menjadi insting dan rasa.

"Orang lebih mudah menerima pesan risiko lewat cara bermain. Di sana mereka wajib sharing pengalaman, sehingga bukan hanya otak yang bekerja, tapi juga rasa. Dengan begitu, komitmen menjalankan budaya risiko jadi lebih kuat," jelasnya.

Soleh mengingatkan bahwa implementasi Manajemen Risiko Pembangunan Nasional (MRPN) kini bersifat wajib dan sistemik. Payung hukumnya sudah sangat jelas melalui Perpres Nomor 39 Tahun 2023 dan Permen PPN Nomor 11 Tahun 2024. Regulasi ini menuntut kolaborasi total lintas sektor agar setiap jengkal pembangunan nasional dapat dikelola secara terukur, antisipatif, dan berkelanjutan.

Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network