JAKARTA, iNewsTangsel.id - Implementasi biodiesel B40 hingga B49 di sektor kelapa sawit diproyeksikan mampu memberikan nilai tambah ekonomi hingga Rp90 triliun bagi Indonesia. Kebijakan ini menjadi bagian penting dari strategi hilirisasi kelapa sawit yang terus didorong pemerintah untuk memperkuat industri berbasis energi terbarukan dan meningkatkan daya saing global.
Seiring penguatan program hilirisasi kelapa sawit nasional, berbagai inisiatif industri juga mulai diarahkan untuk mendukung transformasi tersebut, termasuk pengembangan teknologi dan inovasi di sektor hulu hingga hilir.
Momentum ini turut diperkuat dengan penyelenggaraan PALMEX Jakarta 2026 yang akan digelar pada 6–7 Mei 2026 di Jakarta International Expo. Pameran teknologi kelapa sawit ini menjadi ajang strategis untuk mempertemukan pelaku industri global dalam mendorong efisiensi, inovasi, dan keberlanjutan sektor sawit nasional.
Group CEO Kenny Yong dari PT Fireworks Indonesia mengatakan PALMEX bukan sekadar pameran, tetapi platform kolaborasi industri untuk menjawab tantangan global, terutama terkait digitalisasi dan standar lingkungan yang semakin ketat.
“Industri sawit harus mampu beradaptasi dengan perubahan global, dan PALMEX menjadi wadah untuk mempertemukan solusi serta teknologi terbaru,” ujarnya, Senin (20/4/2026).
PALMEX Jakarta 2026 ditargetkan dihadiri lebih dari 7.000 profesional industri dan menghadirkan sekitar 300 brand internasional dari Asia dan Eropa. Berbagai teknologi yang ditampilkan mencakup pengolahan, otomasi, digitalisasi, hingga manajemen lingkungan.
Dengan penguatan hilirisasi dan pengembangan energi berbasis sawit, Indonesia diharapkan semakin memperkuat posisinya sebagai produsen sekaligus inovator utama industri kelapa sawit dunia.
Editor : Hasiholan Siahaan
Artikel Terkait
