JAKARTA, iNewsTangsel - Upaya memperluas akses pembelajaran kitab suci di wilayah kepulauan Indonesia kini semakin diperkuat dengan langkah nyata di lapangan. Sebanyak 40.000 mushaf Al-Qur’an disalurkan ke lima kabupaten dan kota di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Program sosial ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang untuk memberantas buta aksara Al-Qur’an hingga ke titik-titik terjauh di pelosok negeri. Penyaluran yang dilakukan sejak 13 hingga 22 April 2026 ini menyasar berbagai lembaga pendidikan mulai dari pesantren hingga sekolah umum.
Target besar yang ingin dicapai Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) adalah menyalurkan
adalah mendistribusikan total 100.000 mushaf untuk memastikan setiap santri di wilayah tersebut memiliki sarana belajar yang layak. Penyaluran tahap awal ini menjadi pondasi penting dalam memperkuat syiar Islam di wilayah yang memiliki keterbatasan akses logistik.
Fokus utama distribusi kali ini adalah daerah-daerah terpencil yang secara geografis sangat sulit dijangkau oleh transportasi darat biasa. Tim di lapangan harus menembus tantangan ombak laut untuk mencapai lokasi terluar seperti Pulau Selat Nasik dan Pulau Buku Limau.
Kehadiran mushaf baru berkualitas ini disambut dengan antusiasme tinggi oleh para tokoh agama dan pengajar mengaji setempat. "Program wakaf Al-Qur’an ini sangat berarti bagi pesantren dan TPA di pelosok Bangka Belitung," ujar Prof. Dr. Zayadi Hamzah selaku Pembina Yayasan Pondok Pesantren Al-Islam, dalam keterangannya, Rabu (22/4/2026).
Ia berharap inisiatif ini dapat menjadi pemantik bagi munculnya lebih banyak kebaikan serta amal jariyah dari para dermawan di seluruh Indonesia. Dukungan dari berbagai pihak dinilai sangat krusial dalam menjaga keberlanjutan pembinaan umat di wilayah kepulauan.
Pihak penyelenggara menegaskan bahwa pemerataan akses pembelajaran adalah kunci utama dalam menciptakan generasi yang religius dan terdidik. “Kami ingin memastikan akses belajar Al-Qur’an semakin merata hingga ke pelosok,” tegas Staf Program BWA, Zain Arie Priyanto.
Dukungan kolektif dari para donatur atau Sahabat Wakaf menjadi motor penggerak utama yang memungkinkan misi kemanusiaan ini terus berjalan. Melalui kolaborasi yang kuat, tantangan geografis di wilayah terluar bukan lagi menjadi penghalang untuk menghadirkan cahaya ilmu bagi masyarakat.
Editor : Aris
Artikel Terkait
