JAKARTA, iNewsTangsel - Penyidik Polda Metro Jaya hari ini melakukan pemeriksaan intensif terhadap tujuh orang saksi kunci di Pusdalopska 1 wilayah Manggarai. Pemeriksaan maraton ini dilakukan untuk membongkar teka-teki di balik kecelakaan hebat yang melibatkan taksi online, KRL, dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi.
Daftar saksi yang diperiksa mencakup berbagai peran vital, mulai dari masinis kedua kereta hingga petugas pengatur perjalanan kereta api (PPKA).
“Ada 7 orang yang dimintai keterangan, termasuk Kapusdal, PPKA, petugas sinyal, masinis KRL, hingga masinis dan asisten masinis Argo Bromo Anggrek,” jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto, Kamis (30/4/2026).
Hingga saat ini, proses pemeriksaan masih berlangsung ketat di bawah pengawasan langsung tim penyidik kepolisian. Langkah ini bertujuan untuk mendalami secara saksama apakah terdapat unsur kelalaian manusia (human error) yang memicu terjadinya tabrakan beruntun tersebut.
Fakta mengejutkan terungkap setelah polisi memeriksa sopir taksi online berinisial RRP yang mobilnya mogok di tengah perlintasan. Ternyata, pengemudi tersebut baru mulai bekerja pada tanggal 25 April 2026 atau tepat beberapa saat sebelum insiden tragis itu terjadi.
Mirisnya, sang sopir diduga hanya menjalani pelatihan selama satu hari sebelum akhirnya dilepas untuk mengoperasionalkan unit taksi listrik tersebut di jalan raya.
“Dari hasil keterangan sopir taksi online, yang bersangkutan diketahui baru bekerja itu semenjak tanggal 25 April 2026,” tambah Kombes Budi.
Keterangan para saksi di Pusdalopska Manggarai nantinya akan dikonfrontasi dengan fakta-fakta teknis yang ditemukan oleh tim ahli di lapangan. Polisi berkomitmen menuntaskan kasus ini untuk memastikan keadilan bagi para korban serta mencegah terulangnya tragedi serupa di perlintasan kereta api lainnya.
Editor : Aris
Artikel Terkait
