Sementara itu, Maulidan Isbar menyoroti pentingnya peran desa wisata dan UMKM dalam menggerakkan ekonomi lokal. Menurutnya, pengembangan pariwisata tidak bisa dilepaskan dari potensi desa yang menjadi basis utama aktivitas wisata.
“Ketika pariwisata desa bergerak, ekonomi masyarakat ikut tumbuh, mulai dari homestay hingga produk oleh-oleh,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan sampah dan pengembangan energi berbasis limbah sebagai bagian dari upaya menciptakan destinasi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Dari sisi akademik, pihak kampus menyatakan komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia unggul di sektor pariwisata. Kolaborasi ini juga diperkuat melalui penandatanganan nota kesepahaman untuk mendukung pendidikan, riset, hingga pengabdian masyarakat.
Melalui sinergi berbagai pihak, Universitas Pancasila berharap lahir inovasi dan SDM berkualitas yang mampu mendorong pariwisata Indonesia menjadi lebih kompetitif dan berkelanjutan.
Editor : Hasiholan Siahaan
Artikel Terkait
