JAKARTA, iNewsTangsel.id - Metode pembelajaran bahasa Inggris bagi anak usia sekolah dasar (SD) mulai diarahkan pada kemampuan komunikasi praktis yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan tersebut diperkenalkan perusahaan jaringan sekolah bahasa Inggris, English 1, melalui peluncuran High Flyers 4.0.
“
Kurikulum baru ini bukan sekadar pembaruan buku teks. Kami meredefinisi bagaimana anak-anak Indonesia
belajar bahasa Inggris agar mampu menghubungkan ilmu pengetahuan dengan kemampuan praktis,” kata President Director English 1, Matthew Kenley, Jumat (29/5/2026).
Sementara itu, Academic Operations Manager, Kurniasari Anindita mengungkapkan, kurikulum baru ini dirancang khusus untuk anak usia 7 hingga 9 tahun agar dapat langsung menggunakan bahasa Inggris dalam kehidupan nyata.
"Kurikulum ini dirancang untuk melatih siswa agar lebih percaya diri berbicara dalam bahasa Inggris melalui berbagai situasi kehidupan sehari-hari, seperti memperkenalkan diri, memesan makanan, hingga berkomunikasi saat berada di lingkungan publik," terangnya.
Menurutnya, pendekatan pembelajaran ini mengacu pada standar internasional Common European Framework of Reference (CEFR) dan ujian Cambridge English: Young Learners (YLE). Sehingga siswa siap menghadapi sertifikasi bahasa Inggris internasional.
"Selain memahami teori, siswa juga diarahkan untuk mampu menggunakan bahasa Inggris secara aktif dalam percakapan sehari-hari. Karena pembelajaran bahasa Inggris pada anak kini tidak lagi hanya berfokus pada hafalan kosakata dan tata bahasa, tetapi juga pada kemampuan komunikasi," ujarnya.
Selain metode pembelajaran di kelas, lanjutnya, sistem pembelajaran juga mulai memanfaatkan teknologi digital untuk menghubungkan guru, siswa, dan orang tua. Orang tua dapat memantau perkembangan belajar anak secara langsung melalui aplikasi, sementara guru dapat memberikan tugas dan evaluasi secara daring.
"Pemanfaatan teknologi tersebut memungkinkan proses belajar menjadi lebih personal karena sistem dapat menyesuaikan umpan balik sesuai kebutuhan masing-masing siswa," imbuh Anindita.
Pada kesempatan yang sama, Marketing Director, Rhea Danaparamita mengatakan, pihaknya memulai kurikulum ini dari Jakarta, dan ini baru langkah pertama. Pihaknya juga menargetkan peningkatan jumlah siswa sepanjang 2026 seiring penerapan penuh kurikulum tersebut di seluruh pusat belajarnya.
“Kami ingin setiap orang tua bisa merasakan perbedaan nyata yang dibawa kurikulum ini terhadap perkembangan kemampuan bahasa Inggris anak,” tutup Rhea.
Editor : Elva Setyaningrum
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.