DEPOK, iNewsTangsel.id - Program pengelolaan sampah dan penyediaan pangan gratis sebagai bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat menjadi fokus Gerakan Prabowo Indonesia Maju (GPIM). Program tersebut akan dikembangkan melalui jaringan relawan di berbagai daerah.
Ketua Umum GPIM, Abi Aries Faturrahman mengatakan, pengelolaan sampah memiliki potensi ekonomi yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Sampah yang selama ini dianggap tidak bernilai, bisa dikumpulkan dan dimanfaatkan kembali. Sehingga tidak hanya membantu menjaga lingkungan, tapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
"Kami hadir sebagai wadah pengabdian masyarakat yang berfokus pada kegiatan sosial dan pemberdayaan warga. Untuk itu, masyarakat akan dilibatkan dalam berbagai program yang memberikan manfaat langsung bagi kehidupan sehari-hari," kata Abi, usai Deklarasi dan Pengukuhan Kepengurusan, Sabtu (20/6/2026).
Selain program pengelolaan sampah, lanjutnya, organisasi ini juga menjalankan program penyediaan makanan gratis bagi masyarakat yang membutuhkan. Program tersebut telah mulai diterapkan di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, dan direncanakan diperluas ke berbagai daerah lainnya.
"Kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat yang menghadapi keterbatasan akses terhadap kebutuhan pangan sekaligus mendorong semangat gotong royong di lingkungan sekitar," paparnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal GPIM, Agung Subiyakto menambahkan, seluruh relawan akan bergerak langsung di lapangan untuk melaksanakan program-program tersebut. Salah satu program yang akan dijalankan adalah penyediaan makanan bergizi bagi masyarakat melalui gerakan "Makan Bowo Gratis (MBG)".
"Program makan gratis yang kami jalankan berbeda dengan program pemerintah karena pendanaannya berasal dari swadaya dan dukungan internal organisasi. Ke depan, program ini akan diperluasan ke seluruh provinsi di Indonesia," ujar Agung.
Dia menjelaskan, selain menyasar kebutuhan pangan masyarakat, organisasinya juga berupaya mengembangkan program yang memiliki dampak ekonomi langsung melalui pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Pengelolaan sampah berbasis pemberdayaan ekonomi masyarakat bertajuk "Kusajikan Cuan" atau Kumpulan Sampah Jadi Cuan.
"Kegiatan ini tidak hanya membantu masyarakat, tapi juga memberikan nilai ekonomi dan meningkatkan kesadaran lingkungan," terang Agung.
Menurutnya, pengelolaan sampah yang terorganisasi dapat membuka peluang tambahan pendapatan bagi masyarakat sekaligus mendukung upaya pengurangan limbah di lingkungan permukiman.
"Pengolahan dan pemanfaatan sampah memiliki potensi menciptakan nilai tambah, apabila dijalankan secara berkelanjutan. Selain membantu mengurangi beban lingkungan, kegiatan tersebut dapat mendorong munculnya usaha mikro berbasis daur ulang dan pengelolaan limbah," tutup Agung.
Editor : Elva Setyaningrum
Artikel Terkait
