Volume Sampah Tinggi, Kapasitas Pengangkutan di Tangerang Belum Maksimal

Elva
Petugas kebersihan mengangkut sampah di Kabupaten Tangerang. (Foto: Ist)

TANGERANG, iNewsTangsel.id - Setiap hari, Kabupaten Tangerang menghasilkan sekitar 2.700 ton sampah. Hal ini menjadi tantangan serius dalam pengelolaan sampah. Karena kapasitas pengangkutan yang ada, hanya mampu menjangkau sekitar setengahnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang, Ujat Sudrajat, menjelaskan, angka tersebut merupakan hasil estimasi berdasarkan rata-rata produksi sampah per individu. 

“Jika setiap orang menghasilkan sekitar 0,7 kilogram sampah per hari, maka totalnya mencapai sekitar 2.700 ton per hari,” kata Ujat, Jumat (27/3/2026). 

Diungkapkan, dari angka tersebut, hanya sekitar 1.200 hingga 1.300 ton sampah yang dapat diangkut setiap hari. Artinya, masih ada selisih cukup besar antara sampah yang dihasilkan dan yang berhasil ditangani.

“Kondisi ini semakin menjadi perhatian setelah terjadi peningkatan volume sampah pasca-Idulfitri 1447 H. Jumlah sampah sempat meningkat sekitar 200 ton, meski tidak terlalu signifikan karena sebagian warga masih berada di kampung halaman,” imbuhnya. 

Dia menambahkan, sebagai langkah antisipasi dampak lingkungan dari penumpukan sampah tersebut, pihaknya telah menyiagakan sekitar 1.000 personel kebersihan dan 300 armada pengangkut sampah untuk mempercepat penanganan, khususnya di titik-titik rawan seperti kawasan wisata dan permukiman padat.

“Selain itu, optimalisasi fasilitas pengolahan juga terus dilakukan, termasuk di TPA Jatiwaringin yang menjadi lokasi utama pembuangan akhir. Penataan dan peningkatan kapasitas TPA menjadi salah satu fokus untuk mengurangi beban penumpukan sampah,” papar Ujat. 

Menurut Ujat, tingginya produksi sampah menunjukkan perlunya keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan limbah, termasuk melalui pengurangan, pemilahan, dan pengolahan sampah dari sumbernya.

“Dengan tantangan yang ada, pengelolaan sampah di wilayah ini tidak hanya menjadi tanggung jawab kami, tetapi juga membutuhkan kesadaran kolektif masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan,” pungkas Ujat. 

Editor : Elva Setyaningrum

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network