Heboh! Petani Dikejar Buaya, Warga Beramai-ramai Menangkapnya

Elva
Warga berhasil menangkap buaya muara yang sempat menghebohkan. (Foto: Istimewa)

TANGERANG, iNewsTangsel.id -Kemunculan seekor buaya muara berukuran sekitar empat meter menggegerkan warga Kampung Sukamanah, Desa Budi Mulya, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Selasa (4/8/2026). Reptil tersebut pertama kali diketahui setelah mengejar seorang petani yang sedang bersiap membuka lahan perkebunan di sekitar bantaran Sungai Cimanceuri.

‎Kabar mengenai keberadaan buaya dengan cepat menyebar dari mulut ke mulut hingga puluhan warga berdatangan ke lokasi di bantaran Sungai Cimanceuri.

‎Menurut warga, Ahmad Tile, buaya tersebut diduga sedang menjaga sarangnya sehingga bersikap agresif saat ada orang yang mendekat. Teriakan petani itu pun memecah kesunyian pagi di kampung ini. 

‎"Petani yang mau buka lahan perkebunan, sepertinya mengusik keberadaan buaya itu. Lalu, dia dikejar-kejar buaya yang lagi mengerami telurnya," ujar Ahmad.

‎Ia menjelaskan, untuk menjaga keselamatan warga sekitar, masyarakat pun bergotong royong melakukan penangkapan. Meski sempat menegangkan, upaya warga akhirnya membuahkan hasil. Buaya yang diperkirakan memiliki panjang sekitar empat meter dengan bobot sekitar 80 kilogram itu berhasil diamankan tanpa menimbulkan korban.

‎"Dengan penuh kehati-hatian, mereka memanfaatkan tali untuk mengikat mulut buaya agar tidak menyerang. Sementara itu, bagian mata satwa liar tersebut ditutup menggunakan kain bekas agar lebih tenang selama proses evakuasi," terangnya. 

‎Ahmad menerangkan, sepertinya buaya itu milik penangkaran yang lepas. Karena bagi warga, kemunculan buaya sebesar itu merupakan pengalaman yang tidak biasa. 

‎"Kami berharap kejadian serupa tidak terulang karena lokasi penemuan berada tidak jauh dari area yang kerap dilalui petani dan masyarakat untuk beraktivitas," imbuhnya.

‎Ia menambahkan, setelah berhasil diamankan, warga segera melaporkan temuan tersebut kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang. Selanjutnya, buaya akan diserahkan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.

Editor : Elva Setyaningrum

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network