JAKARTA, iNewsTangsel.id - Peran apoteker dalam mendukung ketahanan kesehatan nasional menjadi fokus utama Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) 2026 yang digelar di Medan, Sumatera Utara, pada 4–8 Agustus 2026. Forum ini mempertemukan sekitar 1.200 apoteker dari seluruh Indonesia untuk membahas perkembangan ilmu kefarmasian, inovasi, hingga tantangan pelayanan kesehatan.
"Ini merupakan ajang pertemuan para penguru, baik di tingkat cabang, daerah maupun pusat dan tentu saja para anggota, yang selalu disambut dengan gembira dan penuh semangat,’’ kata Ketua Umum PP IAI, apt Noffendri Roestam, dalam keterangan, Selasa (4/8/2026).
Sementara itu, Wakil Ketua II Pengurus Pusat IAI, Dr. apt. Yusransyah menambahkan, pertemuan kali ini mengangkat tema "One Health, One Pharmacy: Synergy for National Resilience", yang menekankan pentingnya kolaborasi apoteker dalam memperkuat sistem kesehatan melalui integrasi sains, praktik pelayanan, dan pendidikan.
"Pendekatan One Health menempatkan profesi apoteker sebagai bagian penting dalam upaya menjaga kesehatan masyarakat melalui penggunaan obat yang rasional, pengembangan inovasi farmasi, serta kolaborasi lintas sektor," ujarnya.
Ia menjelaskan, forum ilmiah tahun ini dirancang untuk membahas berbagai bidang kefarmasian secara komprehensif, mulai dari penelitian dan inovasi farmasi, praktik farmasi klinis, farmasi komunitas, farmasi industri, distribusi obat, farmasi militer, farmasi kosmetik, kesehatan olahraga, kesehatan jiwa, hingga farmasi veteriner.
"Kegiatan ini menjadi wadah berbagi ilmu dan pengalaman untuk meningkatkan kompetensi apoteker dalam menghadapi tantangan pelayanan kesehatan yang terus berkembang," terangnya.
Apalagi, lanjutnya, forum ini juga menghadirkan simposium nasional dan seminar internasional dengan narasumber dari Indonesia, Amerika Serikat, Pakistan, Malaysia, dan Singapura.
"Sejumlah isu terkini di bidang kefarmasian akan dibahas, termasuk inovasi layanan farmasi dan perkembangan riset yang mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan," ungkapnya.
Selain sesi ilmiah, terang Yusransyah, panitia mencatat sebanyak 178 karya ilmiah dalam bentuk presentasi oral dan poster akan dipresentasikan selama kegiatan berlangsung. Jumlah tersebut melampaui target awal panitia yang menargetkan 100 karya ilmiah.
"Melalui kegiatan ini, pihaknya berharap penguatan kapasitas tenaga kefarmasian dapat terus dilakukan sehingga apoteker semakin berperan dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, mendukung penggunaan obat yang aman dan efektif, serta memperkuat ketahanan kesehatan nasional," imbuhnya
Perlu diketahui, kegiatan ini juga dijadwalkan dihadiri Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Kepala BPOM Prof. Ikrar Taruna, Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Dr. apt. L. Rizka Andalucia, serta Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution.
Editor : Elva Setyaningrum
Artikel Terkait
