Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB, Brigjen TNI Djohan Darmawan, menjelaskan bahwa karakteristik kebakaran sampah ini mirip dengan lahan gambut, di mana api tidak hanya berkobar di permukaan melainkan membara di bagian dalam. Untungnya, pasokan air di lapangan cukup melimpah berkat adanya danau atau embung yang lokasinya berdekatan dengan TPA, sehingga memudahkan pengisian air untuk helikopter maupun unit damkar darat.
Melalui perpanjangan waktu operasi hingga malam hari dan penerapan sistem injeksi ini, diharapkan sisa kebakaran TPA Jatiwaringin dapat segera padam total. Peristiwa besar ini sekaligus menjadi alarm dan pembelajaran penting bagi jajaran Pemerintah Daerah lainnya di Indonesia untuk segera meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi puncak musim kemarau.
Sebagai langkah mitigasi risiko, BNPB juga mengingatkan pentingnya pembasahan lahan TPA secara berkala serta mengimbau keras masyarakat luas agar tidak melakukan pembakaran sampah rumah tangga secara sembarangan di sekitar permukiman.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
