Kebakaran TPA Jatiwaringin Mengancam Nyawa, Ratusan Warga Tangerang Kini Diambang Bahaya Pneumonia!

Aries
Kebakaran hebat yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Mauk, Tangerang kini memicu krisis kesehatan warga sekitar. (Foto: ist)

TANGERANG, iNewsTangsel - Kebakaran hebat yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Mauk, Tangerang kini memicu krisis kesehatan yang sangat mengkhawatirkan bagi masyarakat sekitar. Kepulan asap beracun dari tumpukan sampah tersebut tidak hanya menyebabkan ISPA, melainkan juga mulai mengancam warga dengan risiko pneumonia mematikan.

Pemerintah Kabupaten Tangerang bergerak cepat menangani gelombang pengidap gangguan pernapasan yang jumlahnya sempat melonjak drastis. Melalui intervensi medis yang agresif, grafik pasien aktif kini berhasil ditekan secara signifikan hingga tersisa puluhan orang saja.

Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid, mengonfirmasi bahwa saat ini tersisa 22 jiwa yang masih membutuhkan penanganan intensif dari tim medis. "Ya, sebelumnya ada 100-an, jadi sekarang sudah turun jadi 22 jiwa yang masih ISPA," ujar Rasyid pada Senin (6/7/2026).

Untuk menampung para korban terdampak, pemerintah daerah telah mengoperasikan posko kedaruratan di Desa Tanjakan Mekar dan Desa Rajeg Mulya. Tim gabungan dari BPBD, TNI, dan Polri sempat mengevakuasi ratusan warga ke lokasi tersebut sebelum sebagian besar memilih kembali ke rumah.

Mengingat paparan asap yang kian meluas, Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang langsung mempertebal benteng pertahanan medis di lapangan. Jumlah tenaga medis yang diterjunkan kini melonjak drastis mencapai 50 personel untuk menyokong pelayanan di posko darurat.

Kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, hingga lansia mendominasi daftar pasien yang datang mencari pengobatan. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi, menyebutkan, "Kalau total yang berobat itu, semua pelayanan itu, mungkin sekarang ini kemarin ada 154 hingga 200 jiwa warga ditangani."

Fokus utama pihak Dinkes saat ini adalah mencegah agar infeksi saluran pernapasan akut yang diderita warga tidak memburuk. Ancaman radang paru-paru akut atau pneumonia menjadi momok menakutkan karena memiliki tingkat fatalitas yang sangat tinggi bagi balita dan lansia.

Langkah pencegahan mandiri kini terus disosialisasikan agar masyarakat terhindar dari fatalitas gangguan pernapasan yang lebih buruk. Warga diimbau keras untuk membatasi aktivitas di luar ruangan dan menjauhi area yang masih diselimuti kepulan asap sampah. Penggunaan masker pelindung standar medis kini menjadi kewajiban mutlak bagi yang berada di area terdekat lokasi. 

Editor : Aris

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network