CIPUTAT, iNewsTangsel – Polemik rencana pembangunan SMP Negeri 25 di kawasan Bukit Nusa Indah, Tangerang Selatan (Tangsel), kian memanas. Selain penolakan warga, muncul dugaan intimidasi terhadap masyarakat yang mempertanyakan rencana pembangunan sekolah tersebut.
Pengamat Kebijakan Publik Universitas Islam Syekh Yusuf, Adib Miftahul, menilai pemerintah tidak boleh menjadikan alasan pembangunan untuk mengabaikan keberatan masyarakat.
“Jangan karena dalih pembangunan, kemudian hak dan kenyamanan warga dikorbankan. Kalau lokasinya memang layak, buka kajiannya. Kalau tidak layak, jangan dipaksakan,” tegas Adib.
Menurutnya, Pemerintah Kota Tangsel perlu transparan mengenai dasar pemilihan lokasi, status dan peruntukan lahan, kajian kebutuhan sekolah hingga dampak pembangunan terhadap lingkungan sekitar.
“Pembangunan itu bukan sekadar bangunan berdiri. Ada proses perencanaan dan ada kepentingan masyarakat yang harus dihitung. Jangan sampai proyeknya selesai, tapi masalahnya baru dimulai,” ujarnya.
Adib juga menyoroti dugaan intimidasi terhadap warga yang menyampaikan penolakan. Ia meminta aparat tidak mengabaikan informasi tersebut apabila memang terdapat bukti atau laporan dari masyarakat.
“Kalau benar ada intimidasi, jangan dianggap angin lalu. Periksa siapa yang melakukan dan apa dasarnya. Warga punya hak menyampaikan penolakan,” katanya.
Ia mengingatkan Pemkot Tangsel agar tidak alergi terhadap kritik maupun keberatan warga.
“Kalau pemerintah yakin kebijakannya benar, tidak perlu takut diuji. Buka datanya, buka kajiannya, libatkan warga. Jangan pembangunan dipaksakan, lalu masyarakat yang disalahkan,” tandasnya.
Di sisi lain, rencana pembangunan SMP Negeri 25 merupakan bagian dari program strategis Pemkot Tangsel untuk membangun tujuh SMP Negeri baru. Program tersebut ditujukan untuk mengatasi keterbatasan daya tampung siswa sekaligus pemerataan akses pendidikan.
Program pembangunan sekolah baru itu telah masuk dalam dokumen RPJMD dengan target pelaksanaan pada periode 2025–2029 dan dapat berlanjut hingga 2030.
Dalam perencanaannya, sekolah-sekolah baru tersebut akan dibangun dengan konsep gedung bertingkat tiga hingga empat lantai sebagai solusi atas keterbatasan lahan di kawasan perkotaan.
Pemkot Tangsel menargetkan penambahan fasilitas pendidikan tersebut dapat memperluas daya tampung siswa dan membuat akses pendidikan lebih merata di seluruh wilayah kecamatan.
Editor : Aris
Artikel Terkait
