CIPUTAT, iNewsTangsel – Rencana pembangunan SMP Negeri 25 Tangerang Selatan (Tangsel) mendapat penolakan dari sejumlah warga. Polemik semakin memanas setelah muncul dugaan intimidasi terhadap salah seorang warga yang menyampaikan keberatan.
Ketua RW 16 Bukit Nusa Indah, Hendi Wahyono, membenarkan adanya warga yang merasa mendapat intimidasi terkait penolakan pembangunan tersebut, Minggu (17/8/2026).
Menurut Hendi, warga tersebut bahkan disebut mendapat pernyataan bahwa apabila penolakan terus dilakukan, pihak proyek akan mendatangkan aparat.
“Memang ada warga yang merasa mendapat intimidasi. Bahkan disampaikan, kalau penolakan terus dilakukan, pihak proyek akan mendatangkan aparat,” ujar Hendi Wahyono.
Sementara itu, ketika dikonfirmasi iNewsTangsel, pihak vendor pembangunan SMPN 25 Tangsel membenarkan bahwa pihaknya memang mendatangi warga.
Wisnu dari pihak vendor mengatakan, kedatangan tersebut dilakukan untuk berkoordinasi dan memperkenalkan pihak pelaksana kepada masyarakat sekitar.
“Iya betul Pak, karena posisinya kita sudah kontrak, maka kita juga coba berkoordinasi dengan warga untuk perkenalan dan siapa tahu bisa membantu permasalahan, Pak,” kata Wisnu.
Menurutnya, koordinasi dilakukan untuk mengetahui persoalan yang mungkin muncul selama proses pembangunan berlangsung.
Namun, keterangan tersebut berbeda dengan apa yang disampaikan Ketua RW mengenai adanya warga yang merasa mendapat tekanan.
Karena itu, persoalan tersebut perlu diklarifikasi agar tidak berkembang menjadi konflik antara warga dan pihak proyek.
Warga berharap Pemerintah Kota Tangsel turun tangan untuk memfasilitasi dialog antara masyarakat, vendor, dan pihak terkait.
Pembangunan sekolah diharapkan tetap berjalan sesuai aturan, tetapi aspirasi warga juga perlu didengar dan dihargai. Jika memang ada keberatan, sebaiknya diselesaikan melalui dialog, bukan tekanan.
Editor : Aris
Artikel Terkait
