JAKARTA, iNewsTangsel.id -Perkembangan teknologi medis membuka peluang untuk meningkatkan ketepatan diagnosis berbagai penyakit, termasuk gangguan jantung dan pembuluh darah. Salah satunya melalui teknologi computed tomography (CT) berbasis photon-counting yang mampu menghasilkan gambar dengan resolusi lebih tinggi.
Teknologi tersebut menjadi salah satu fasilitas yang mulai dikembangkan di Rumah Sakit Tria Dipa, Jakarta, bersamaan dengan layanan Cardiac Catheterization Laboratory (Cathlab) untuk mendukung pemeriksaan dan tindakan terhadap pasien dengan gangguan kardiovaskular.
"Kehadiran teknologi dan layanan laboratorium tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap layanan diagnostik dan kardiovaskular yang semakin maju, sekaligus mengurangi kebutuhan pasien untuk mencari layanan dengan teknologi serupa di luar negeri," kata Direktur RS Tria Dipa, dr. Hartono Tanto, Senin (17/8/2026).
Ia mengungkapkan, salah satu teknologi yang diperkenalkan adalah CT Scan Naetom Alpha.Prime berbasis Photon-Counting. Teknologi ini memiliki kemampuan menghasilkan pencitraan dengan resolusi yang lebih tinggi sehingga dapat membantu dokter memperoleh informasi klinis secara lebih detail.
"Teknologi tersebut juga dapat digunakan untuk pemeriksaan berbagai bagian tubuh, mulai dari kepala, dada hingga area tubuh lainnya. Kemampuan pencitraan dengan berbagai tingkat energi turut membantu dokter dalam membedakan karakteristik jaringan maupun material tertentu," ucap dr. Hartono.
Pada kesempatan yang sama, Dokter Spesialis Radiolog, dr. Komang Shary Karismaputri menambahkan, teknologi ini memiliki kemampuan menghasilkan irisan gambar yang lebih tipis, bahkan hingga sekitar 0,2 milimeter. Kemampuan tersebut dapat membantu dokter melihat struktur tubuh secara lebih detail dibandingkan pemeriksaan CT generasi sebelumnya.
“Gambarnya lebih jelas dan lebih presisi. Potongannya juga bisa lebih tipis sehingga membantu melihat kondisi pasien dengan lebih detail,” ujar dr. Komang.
Ia menjelaskan, salah satu manfaat teknologi tersebut adalah membantu pemeriksaan pasien yang telah menjalani pemasangan stent atau ring jantung. Dengan kualitas gambar yang lebih baik, dokter dapat mengevaluasi kondisi di sekitar stent, termasuk kemungkinan terjadinya penyempitan.
"Pemeriksaan dengan dengan teknologi juga dapat membantu mendeteksi sejumlah kelainan pada berbagai organ tubuh. Teknologi ini mampu menangkap informasi dari beberapa tingkat energi sinar-X sehingga karakteristik jaringan atau material tertentu dapat terlihat lebih jelas," ungkapnya.
Ia menerangkan, selain meningkatkan kualitas pencitraan, penggunaan teknologi tersebut berpotensi mengurangi dosis radiasi dan jumlah zat kontras yang diperlukan dalam pemeriksaan tertentu. Pengurangan penggunaan zat kontras dapat menjadi pertimbangan penting pada pasien yang memiliki risiko gangguan fungsi ginjal.
"Meski begitu, pemilihan jenis pemeriksaan tetap perlu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing pasien. Dokter akan mempertimbangkan indikasi medis, kondisi kesehatan, serta manfaat dan risiko pemeriksaan sebelum menentukan metode diagnostik yang digunakan," imbuhnya.
Sementara itu, lanjut dr. Komang, Cathlab berperan dalam pemeriksaan dan penanganan penyakit jantung serta pembuluh darah. Fasilitas tersebut dapat digunakan untuk tindakan diagnostik maupun intervensi, seperti mengevaluasi penyempitan pembuluh darah koroner dan melakukan tindakan tertentu sesuai indikasi.
"Kombinasi kemampuan diagnostik pencitraan dengan layanan intervensi kardiovaskular memungkinkan proses penanganan pasien dilakukan secara lebih terintegrasi. Namun, keberhasilan diagnosis dan terapi tetap bergantung pada kondisi pasien, ketepatan indikasi, serta penilaian dokter," paparnya.
Editor : Elva Setyaningrum
Artikel Terkait
