Wamen Ekraf: Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI dan Bisnis

Hasiholan
Suasana pameran hasil karya mahasiswa, karya tersebut memadukan budaya Indonesia, desain, dan teknologi, sekaligus menunjukkan peluang desain dikembangkan menjadi produk kreatif yang memiliki nilai ekonomi. Foto istimewa

JAKARTA, iNewsTangsel.id - Perkembangan kecerdasan artifisial (AI) dan industri kreatif membuat kemampuan desainer tidak lagi cukup mengandalkan keahlian visual. Desainer masa depan dituntut menguasai teknologi, bisnis, kepemimpinan, kekayaan intelektual, budaya, dan kemampuan menciptakan dampak.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar mengatakan penguatan kompetensi tersebut perlu dimulai dari lingkungan pendidikan. Kampus harus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menguji gagasan, membuat prototipe, bereksperimen, dan belajar dari kegagalan.

“Kampus harus jadi sandbox, ruang aman di mana mahasiswa boleh bertanya semua hal, membuat prototipe yang gagal, dan mencoba ide yang belum pernah ada tanpa takut dihakimi,” ujar Irene dalam MODB 2026 di BINUS International FX Sudirman, Jakarta, Minggu (23/8/2026).

Irene menyebut sejumlah kompetensi penting bagi talenta kreatif masa depan, mulai dari AI literacy, leadership and systemic thinking, intellectual property readiness, cultural intelligence, hingga designing impact.

Sementara itu, Head of Department Master of Design BINUS Graduate Program Dr. Ferric Limano mengatakan MODB 2026 menjadi ruang untuk mempertemukan inovasi desain dengan masyarakat dan industri.

Editor : Hasiholan Siahaan

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network