JAKARTA, iNewsTangsel.id - Perubahan harga emas yang cukup dinamis tidak menyurutkan minat masyarakat terhadap logam mulia sebagai salah satu pilihan untuk menyimpan nilai dalam jangka panjang. Kondisi tersebut turut mendorong pelaku industri bullion memperluas akses masyarakat terhadap produk emas dan perak fisik.
Salah satunya terlihat dari ekspansi jaringan penjualan Nellava yang kini merambah Jakarta. Gerai tersebut baru beroperasi sekitar satu bulan setelah resmi dibuka, melengkapi jaringan yang sebelumnya telah hadir di Bali dan Surabaya.
Perluasan pasar ini berlangsung di tengah meningkatnya perhatian masyarakat terhadap diversifikasi aset, termasuk dengan mempertimbangkan perak sebagai alternatif selain emas," kata Store Manager Gerai Jakarta, Anya Laksmi, Jumat (28/8/2026).
Ia menjualan, selama masa awal operasional di Jakarta menunjukkan perkembangan yang cukup positif. Selain konsumen baru, perusahaan juga memperoleh transaksi dari pelanggan yang sebelumnya telah mengenal produk melalui kanal daring maupun jaringan di daerah lain.
"Dari produk, kami menawarkan gold bar dengan kemurnian 999,99 serta silver bar. Untuk produk perak, tingkat kemurnian yang ditawarkan diperbarui dari sebelumnya 99,5 menjadi 99,9. Perubahan tersebut menunjukkan semakin beragamnya pilihan bagi masyarakat yang ingin memiliki logam mulia dalam bentuk fisik," terangnya.
Menurutnya, di tengah harga emas yang relatif tinggi, perak juga mulai dilirik karena memiliki harga per unit yang lebih terjangkau. Karena perak selama ini tidak hanya digunakan sebagai logam industri dan bahan perhiasan, tapi juga menjadi salah satu instrumen penyimpan nilai.
"Pergerakan harga dan karakteristiknya yang berbeda dari emas membuat sebagian investor mempertimbangkan sebagai bagian dari diversifikasi. Untuk saat ini timing yang pas untuk segera kita berinvestasi ke emas maupun perak, terutama perak," ungkapnya.
Ia menerangkan, kehadiran produk silver bar dengan berbagai pilihan ukuran juga membuka peluang bagi konsumen dengan kemampuan investasi yang berbeda. Perkembangan tersebut sejalan dengan semakin luasnya pilihan produk logam mulia di pasar domestik. Selain emas batangan, konsumen kini dapat menemukan produk perak batangan dan berbagai bentuk logam mulia lainnya.
"Sementara itu, sistem transaksi yang mengikuti pergerakan harga pasar juga menjadi bagian dari perkembangan perdagangan bullion. Bahkan, harga produk kami mengikuti dinamika pasar. Sedangkan, layanan buyback disediakan dengan dua skema yang dapat dipilih konsumen," papar Nella.
Ia menyebut, transaksi buyback dapat mengacu pada nilai invoice atau harga pasar, dengan ketentuan potongan yang berbeda. Informasi mengenai skema tersebut juga tersedia melalui kanal resmi perusahaan, sehingga konsumen dapat memilih skema yang dinilai paling menguntungkan.
"Sebelumnya, kami juga sudah memiliki basis konsumen dari cabang di Surabaya dan Bali, termasuk pelanggan yang melakukan transaksi secara daring. Sehingga target penjualan selama sebulan, setelah pembukaan cabang Jakarta ini cukup positif," imbuhnya.
Ia menambahkan, seiring pertumbuhan pasar, pihaknya juga menyiapkan perluasan jaringan distribusi. Dari target jaringan di 38 provinsi, pihaknya masih memiliki pekerjaan untuk memperluas distribusi ke 35 provinsi lainnya. Ekspansi akan dilakukan secara bertahap, dengan Pulau Jawa menjadi salah satu fokus awal sebelum menyasar wilayah lain.
"Langkah tersebut mencerminkan semakin berkembangnya kanal distribusi produk bullion di Indonesia. Perdagangan logam mulia kini tidak hanya mengandalkan toko fisik, tapi juga memanfaatkan kanal digital dengan informasi harga yang diperbarui secara berkala," katanya.
Editor : Elva Setyaningrum
Artikel Terkait
