JAKARTA, iNewsTangsel.id -:Kebutuhan tenaga profesional di bidang project management terus meningkat seiring semakin kompleksnya proyek yang dijalankan berbagai sektor industri. Perusahaan tidak lagi hanya membutuhkan tenaga yang mampu menyelesaikan pekerjaan teknis, tetapi juga profesional yang dapat mengelola proyek secara menyeluruh.
Kompleksitas proyek membuat kemampuan manajerial, kepemimpinan, pengambilan keputusan, hingga berpikir strategis menjadi semakin penting. Perubahan teknologi, model bisnis, serta tuntutan efisiensi dan keberlanjutan juga menuntut pemimpin proyek memiliki kemampuan beradaptasi yang lebih kuat.
Di tengah kebutuhan tersebut, industri menghadapi tantangan dalam menyiapkan talenta dengan fondasi akademik setara S2 sekaligus memiliki sertifikasi profesi yang diakui secara internasional. Kombinasi kompetensi akademik dan profesional dinilai penting untuk menghadapi proyek dengan skala dan kompleksitas yang semakin tinggi.
Persoalan itu menjadi salah satu pembahasan dalam Sharing Session & Panel Discussion bertajuk “The Transformative Role of Project Management”. Diskusi menghadirkan President Project Management Institute (PMI) Indonesia Achmad Fuad Bay, Ketua Umum Ikatan Ahli Manajemen Proyek Indonesia (IAMPI) Khrisna Suryanto Pribadi, President PRINCE2 Indonesia Adi Prasetyo, Chairman PMO Indonesia Sachlani, serta Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta (Perseroda) Weni Maulina.
Dalam forum tersebut, kebutuhan penguatan kapasitas project management menjadi perhatian karena kesenjangan antara kebutuhan industri dan ketersediaan talenta diperkirakan masih akan melebar. Project management kini tidak hanya berkaitan dengan penyelesaian proyek, tetapi juga kemampuan mengorkestrasi sumber daya, risiko, teknologi, dan kepentingan berbagai pemangku kepentingan.
Editor : Hasiholan Siahaan
Artikel Terkait
