Project Management Institute (PMI) memproyeksikan dunia membutuhkan sekitar 65 juta pemimpin proyek baru hingga 2035. Pertumbuhan kebutuhan tenaga kerja project management yang diperkirakan mencapai sekitar 2,5 juta orang per tahun berpotensi menimbulkan kesenjangan talenta secara global.
Di Indonesia, kebutuhan tersebut juga menjadi tantangan tersendiri. Kesenjangan talenta project management diproyeksikan mencapai sekitar 540.000 hingga 691.000 orang pada 2035, atau meningkat sekitar 52,8 persen hingga 69,4 persen dibandingkan kondisi saat ini.
Melihat kebutuhan itu, BINUS University melalui BINUS Business School meluncurkan Master of Management (MM) in Transformative Project Management (TPM). Program ini dirancang dengan fondasi manajemen sehingga kompetensinya dapat diterapkan lintas industri, tidak terbatas pada proyek konstruksi dan infrastruktur.
Dean BINUS Business School Master Program Dr. Asnan Furinto mengatakan masih banyak talenta di lapangan yang memiliki kemampuan teknis kuat, tetapi belum didukung fondasi akademik setara S2 serta sertifikasi profesional dengan skala internasional.
Program MM TPM juga menyelaraskan kurikulum dengan jalur sertifikasi profesi global. Dengan pendekatan tersebut, lulusan diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan teknis project management, tetapi juga mampu menjadi pemimpin proyek yang memiliki kapasitas manajerial dan berpikir strategis.
Editor : Hasiholan Siahaan
Artikel Terkait
