JAKARTA, iNewsTangsel.id - Pemerintah resmi meluncurkan buku Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global yang dirancang untuk memperbarui cara pandang terhadap sejarah nasional. Buku tersebut menempatkan Indonesia sebagai subjek utama, bukan sekadar objek dalam narasi sejarah.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan penyusunan buku dilakukan dengan melibatkan 123 penulis dari 34 perguruan tinggi dan 11 lembaga non-perguruan tinggi. Para penulis berasal dari berbagai bidang, mulai dari sejarawan, arkeolog, filolog hingga peneliti.
Menurut Fadli, Kementerian Kebudayaan hanya berperan sebagai fasilitator dan tidak mengintervensi substansi buku, termasuk dari Presiden.
“Sama sekali tidak ada intervensi. Harus begini, harus begitu, tidak ada. Makanya kita berikan penulisan ini kepada ahlinya,” kata Fadli saat peluncuran buku di Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Ia menegaskan buku tersebut menggunakan perspektif Indonesia-sentris dengan memperluas pembahasan secara geografis, tematik dan kronologis. Sejumlah pendekatan baru turut digunakan, seperti sejarah lingkungan, gender, memori kolektif, postkolonial dan sejarah maritim.
Editor : Hasiholan Siahaan
Artikel Terkait
