Sertifikasi Platinum Jadi Sinyal Baru Penguatan Standar Industri Bangunan Berkelanjutan

Aries
Penetapan Sertifikasi Green Label Platinum oleh GPCI menjadi sinyal penting penguatan standar efisiensi energi dan ekonomi sirkular pada sektor konstruksi. [Foto: ist]

JAKARTA, iNewsTangsel - Penerapan standar keberlanjutan pada sektor konstruksi dan pengelolaan gedung di Indonesia kini memasuki babak baru yang lebih ketat. Kehadiran Sertifikasi Green Label Platinum dari Green Product Council Indonesia (GPCI) menjadi tolok ukur tertinggi dalam menilai kinerja efisiensi serta aspek lingkungan suatu produk infrastruktur.

Pengakuan tingkat lanjut ini diberikan khusus kepada manufaktur yang menerapkan prinsip ekonomi sirkular, mulai dari pemanfaatan material daur ulang hingga pengelolaan akhir masa pakai. Langkah pengetatan kriteria ini memicu transformasi luas bagi para pengembang, pemilik gedung, dan investor dalam memilih teknologi hemat energi.

Laju urbanisasi nasional yang dinamis menuntut adanya perubahan mendasar pada cara merancang serta mengoperasikan fasilitas publik di kawasan perkotaan. Pemanfaatan sistem mobilitas vertikal yang cerdas kini dipandang sebagai elemen kunci dalam mengurangi konsumsi energi sepanjang siklus hidup bangunan.

Managing Director Interim KONE Indonesia, Adiq Akhmadi, menekankan pentingnya meluasnya cakupan prinsip ramah lingkungan pada sektor properti modern. "Urbanisasi yang pesat di Indonesia menghadirkan peluang untuk membentuk kembali cara kita merancang dan membangun kota-kota masa depan," ujar Adiq dalam keterangannya, dikutip Jumat (4/9/2026).

Ia menambahkan bahwa fokus tata kelola gedung harus bergeser dari sekadar efisiensi operasional tingkat dasar menuju pemeliharaan jangka panjang. Keberlanjutan, kata dia, kini tidak lagi hanya mencakup efisiensi operasional bangunan, tetapi juga mempertimbangkan seluruh siklus hidup bangunan dari desain hingga penggunaan sehari-hari.

“Sebagai perusahaan elevator dan eskalator pertama dan satu-satunya di Indonesia yang berhasil meraih sertifikasi ini, kami bangga menetapkan standar tinggi dalam teknologi bangunan berkelanjutan," lanjut Adiq. 

Mengingat sektor bangunan menyumbang porsi emisi karbon yang cukup besar, integrasi seluruh sistem interior menjadi faktor penentu keberhasilan transisi hijau. Sistem navigasi pergerakan manusia di dalam area komersial maupun hunian terbukti memberikan pengaruh signifikan terhadap total jejak karbon fasilitas tersebut.

Chairman GPCI, Yudiono, menjelaskan bahwa penyusunan standar Platinum bertujuan untuk mendorong inovasi industri konstruksi ke tingkat yang lebih tinggi. "Kerangka ini mendorong produsen untuk berpikir melampaui efisiensi operasional semata dan mempertimbangkan kontribusi produk sepanjang masa pakainya," tegas Yudiono.

Sinergi antara pengembang properti, penyedia teknologi, dan lembaga sertifikasi independen dipandang mampu mempercepat terwujudnya target kota cerdas di tanah air. Pendekatan kolaboratif ini menjadi fondasi utama dalam menciptakan ruang aktivitas masyarakat yang lebih tangguh dan berdaya saing.

Penerapan kriteria Green Label Platinum ini diharapkan terus memicu lahirnya berbagai terobosan teknologi ramah lingkungan di Indonesia. Komitmen bersama dalam menjaga kualitas lingkungan urban akan memastikan keberlanjutan pembangunan bagi generasi mendatang.

Editor : Aris

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network