Industri Kriya Indonesia Masuk Era Teknologi, Ini yang Disiapkan INACRAFT 2026

Ire Djafar
Sekitar 900 peserta dari berbagai daerah dijadwalkan mengikuti kegiatan tersebut. Foto Ire Djafar

JAKARTA , iNewsTangsel.id - Perkembangan teknologi mulai mengubah cara industri kriya Indonesia mengembangkan material, memproduksi karya hingga menjangkau pasar. Perubahan itu menjadi salah satu isu yang akan diangkat dalam INACRAFT October 2026 yang berlangsung pada 7–11 Oktober 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta.

Mengusung tema “Technocraft”, pameran tersebut menempatkan teknologi sebagai bagian dari perkembangan industri kriya tanpa mengesampingkan keterampilan perajin dan identitas budaya. Sekitar 900 peserta dari berbagai daerah dijadwalkan mengikuti kegiatan tersebut.

Ketua Umum Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) Muchsin Ridjan mengatakan teknologi semestinya menjadi alat untuk memperkuat kemampuan manusia dalam menghasilkan karya.

“Teknologi bukan untuk menggantikan tangan perajin, tetapi menjadi alat untuk meningkatkan produktivitas tanpa meninggalkan nilai karya,” ujar Muchsin, Selasa (15/9/2026).

Menurut dia, pemanfaatan teknologi dalam industri kriya kini mencakup sejumlah tahapan, mulai dari pengembangan material, proses produksi, desain hingga pemasaran dan perdagangan digital.

Project Officer INACRAFT October 2026 Syamsul Huda mengatakan penerapan teknologi akan diperkenalkan melalui sejumlah inovasi, termasuk pemanfaatan limbah sawit sebagai bahan lilin batik, modernisasi proses tenun, serta pengembangan pengolahan keramik dan kayu.

Pengembangan tersebut diarahkan untuk meningkatkan efisiensi dan nilai tambah, namun tetap mempertahankan karakter serta keterampilan tradisional yang menjadi bagian dari kriya Indonesia.

INACRAFT juga menggandeng sejumlah lembaga riset dan pendidikan, antara lain Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Gerakan Nasional Indonesia Kompeten (GNIK), Universitas Indonesia (UI), dan Institut Seni Indonesia (ISI). Kolaborasi tersebut mencakup pembahasan mengenai material baru, pewarna alami, teknologi produksi, pemanfaatan limbah, desain dan pengembangan produk.

Generasi muda menjadi salah satu perhatian dalam penyelenggaraan INACRAFT October 2026. Melalui konsep Youthpreneurs, pelaku muda didorong mengembangkan kriya dengan pendekatan teknologi digital, desain dan model bisnis yang lebih adaptif.

Perubahan juga menyentuh aktivitas perdagangan. INACRAFT menyiapkan peta digital interaktif untuk membantu pengunjung menemukan lokasi stan dan berpindah antarruang pameran. Platform perdagangan digital juga dilibatkan untuk memperluas pemanfaatan kanal digital dalam pemasaran produk kriya.

Di sisi lain, penyelenggara menempatkan keberlanjutan sebagai bagian dari agenda melalui program ASEPHI Go Green yang mendorong penggunaan sumber daya lokal dan material yang lebih ramah lingkungan.

Penyelenggaraan INACRAFT October 2026 turut memperluas cakupan kegiatan dengan menghadirkan TALAM, area kuliner yang menampilkan makanan dan minuman Nusantara.

Dengan perkembangan tersebut, industri kriya menghadapi tantangan untuk menjaga nilai budaya sekaligus menyesuaikan diri dengan perubahan teknologi, pola konsumsi, dan perdagangan digital.

Editor : Hasiholan Siahaan

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network