JAKARTA, iNewsTangsel.id - Pemerintah menyoroti masih besarnya kebutuhan layanan infertilitas di Indonesia seiring meningkatnya persoalan gangguan kesuburan pada pasangan usia produktif. Penguatan edukasi, akses layanan, dan ketersediaan data dinilai penting agar masyarakat mendapatkan informasi serta penanganan yang tepat.
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono mengatakan, sekitar 4 hingga 6 juta pasangan di Indonesia menghadapi masalah infertilitas. Sementara itu, jumlah fasilitas fertilitas dan kapasitas program bayi tabung masih terbatas.
"Masalah infertilitas di Indonesia itu masih tinggi. Kira-kira 4 sampai 6 juta pasangan di Indonesia itu mengalami masalah infertilitas. Dan fasilitas yang kita punya di Indonesia, kalau dihitung dari Sabang sampai Merauke, kurang lebih hanya 66 klinik fertilitas. Dan siklus IVF-nya itu kita hitung cuma 15.000 setahun siklus IVF," ujar Dante, Senin (21/9/2026).
Menurut Dante, keterbatasan fasilitas membuat sebagian masyarakat memilih menjalani perawatan fertilitas di luar negeri, antara lain Malaysia, Singapura, dan Thailand. Karena itu, pengembangan layanan di dalam negeri diperlukan untuk memperluas akses masyarakat terhadap penanganan infertilitas.
Selain layanan medis, pemerintah juga mendorong penguatan edukasi. Informasi yang tidak tepat mengenai gangguan kesuburan dinilai dapat membuat pasangan terlambat memperoleh diagnosis dan menentukan penanganan yang sesuai.
Editor : Hasiholan Siahaan
Artikel Terkait
