Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Tren Perawatan Regeneratif Meningkat, Ahli Dermatologi Dorong Terapi Berbasis Sains
Advertisement . Scroll to see content

Industri Pangan Nasional Kembangkan Inovasi Tinggi Serat di Tengah Krisis Gizi

Senin, 10 Agustus 2026 | 17:18 WIB
  • author Hasiholan
Industri Pangan Nasional Kembangkan Inovasi Tinggi Serat di Tengah Krisis Gizi
Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 dari Kementerian Kesehatan menunjukkan 96,7 persen penduduk usia di atas 5 tahun belum memenuhi kebutuhan konsumsi sayur dan buah sebagai sumber serat harian. Foto ilustrasi

JAKARTA, iNewsTangsel.id - Asupan serat yang cukup diketahui berperan penting dalam menjaga kesehatan pencernaan, membantu mengontrol kadar kolesterol, serta menurunkan risiko penyakit tidak menular seperti diabetes dan penyakit kardiovaskular. Namun, pola konsumsi masyarakat Indonesia masih belum mencerminkan kebutuhan gizi tersebut.

Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan sebanyak 96,7 persen penduduk Indonesia berusia di atas lima tahun masih kekurangan konsumsi sayur dan buah sebagai sumber utama serat harian. Kondisi ini menjadi salah satu indikator tantangan kesehatan nasional yang perlu mendapat perhatian serius.

Selain berdampak pada kesehatan individu, rendahnya konsumsi serat juga berkaitan dengan meningkatnya risiko berbagai penyakit metabolik. Data SKI turut mencatat adanya kecenderungan masalah kesehatan seperti obesitas sentral pada kelompok usia muda, yang memperlihatkan perlunya perbaikan pola makan secara lebih luas.

Di tengah kondisi tersebut, industri pangan nasional mulai mendorong pengembangan produk berbasis pangan fungsional sebagai alternatif untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat. Inovasi ini mencakup produk yang diformulasikan tidak hanya sebagai sumber energi, tetapi juga memiliki manfaat tambahan bagi kesehatan.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi pangan tinggi serat secara rutin dapat memberikan dampak positif terhadap profil lipid. Dalam uji klinis pada partisipan dengan hiperlipidemia, asupan produk berbasis serat tercatat mampu menurunkan kadar trigliserida hingga sekitar 11,8 persen serta menurunkan kadar kolesterol hingga 11,3 persen, sekaligus memperbaiki rasio risiko kardiovaskular.

Editor: Hasiholan Siahaan

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut