Pemerintah Dorong Penguatan Layanan Bayi Tabung di Tengah Tingginya Kasus Infertilitas

Thomas Manggala
Selain layanan medis, pemerintah juga mendorong penguatan edukasi. Informasi yang tidak tepat mengenai gangguan kesuburan dinilai dapat membuat pasangan terlambat. Foto istimewa

Sementara itu, Morula Indonesia bersama Education Program in Reproduction and Development (EPRD) Monash University mengembangkan registri longitudinal hasil in vitro fertilization (IVF) atau bayi tabung.

Pengembangan registri tersebut diarahkan untuk memperkuat basis data mengenai hasil program IVF di Indonesia. Data longitudinal diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi layanan sekaligus mendukung pengembangan pelayanan fertilitas berbasis bukti.

Ivan mengatakan pencatatan hasil program hingga kelahiran juga penting untuk memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai keberhasilan layanan fertilitas.

"Kehamilan merupakan sebuah tahapan penting, tetapi pada akhirnya keluarga menjalani perawatan fertilitas dengan harapan dapat memiliki seorang bayi," ujarnya.

Penguatan layanan dan riset berbasis data tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses terhadap layanan reproduksi berbantu sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai infertilitas.

Editor : Hasiholan Siahaan

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network