Pemerintah Dorong Penguatan Layanan Bayi Tabung di Tengah Tingginya Kasus Infertilitas

Thomas Manggala
Selain layanan medis, pemerintah juga mendorong penguatan edukasi. Informasi yang tidak tepat mengenai gangguan kesuburan dinilai dapat membuat pasangan terlambat. Foto istimewa

JAKARTA, iNewsTangsel.id - Pemerintah menyoroti masih besarnya kebutuhan layanan infertilitas di Indonesia seiring meningkatnya persoalan gangguan kesuburan pada pasangan usia produktif. Penguatan edukasi, akses layanan, dan ketersediaan data dinilai penting agar masyarakat mendapatkan informasi serta penanganan yang tepat.

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono mengatakan, sekitar 4 hingga 6 juta pasangan di Indonesia menghadapi masalah infertilitas. Sementara itu, jumlah fasilitas fertilitas dan kapasitas program bayi tabung masih terbatas.

"Masalah infertilitas di Indonesia itu masih tinggi. Kira-kira 4 sampai 6 juta pasangan di Indonesia itu mengalami masalah infertilitas. Dan fasilitas yang kita punya di Indonesia, kalau dihitung dari Sabang sampai Merauke, kurang lebih hanya 66 klinik fertilitas. Dan siklus IVF-nya itu kita hitung cuma 15.000 setahun siklus IVF," ujar Dante, Senin (21/9/2026).

Menurut Dante, keterbatasan fasilitas membuat sebagian masyarakat memilih menjalani perawatan fertilitas di luar negeri, antara lain Malaysia, Singapura, dan Thailand. Karena itu, pengembangan layanan di dalam negeri diperlukan untuk memperluas akses masyarakat terhadap penanganan infertilitas.

Selain layanan medis, pemerintah juga mendorong penguatan edukasi. Informasi yang tidak tepat mengenai gangguan kesuburan dinilai dapat membuat pasangan terlambat memperoleh diagnosis dan menentukan penanganan yang sesuai.

CEO PT Morula Indonesia sekaligus Presiden Komisaris PT Bundamedik Tbk, Dr. Ivan Rizal Sini, mengatakan persoalan infertilitas perlu dilihat dari sejumlah aspek, mulai dari kualitas layanan, akses, informasi hingga pembiayaan.

Ia menilai kompetensi tenaga medis menjadi bagian penting dalam memastikan kualitas pelayanan fertilitas. Di sisi lain, kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan menjadi tantangan tersendiri dalam pemerataan akses.

"Indonesia itu gak sama dengan Australia dan Amerika, kita pulau jadi tantangan. Tetapi akses punya banyak rekanan klinik jadi hub itu akan memudahkan kita dalam memberikan informasi dan diagnosa lebih cepat," kata Ivan.

Ivan juga menyoroti pentingnya edukasi bagi pasangan yang menjalani program fertilitas. Menurut dia, masyarakat perlu memperoleh informasi yang benar agar tidak mengambil keputusan berdasarkan informasi yang menyesatkan atau mencoba berbagai pilihan pengobatan tanpa pertimbangan medis yang memadai.

Dari sisi pembiayaan, Ivan mengatakan keterjangkauan menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan seiring perkembangan teknologi reproduksi berbantu dan regulasi di Indonesia.

Sementara itu, Morula Indonesia bersama Education Program in Reproduction and Development (EPRD) Monash University mengembangkan registri longitudinal hasil in vitro fertilization (IVF) atau bayi tabung.

Pengembangan registri tersebut diarahkan untuk memperkuat basis data mengenai hasil program IVF di Indonesia. Data longitudinal diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi layanan sekaligus mendukung pengembangan pelayanan fertilitas berbasis bukti.

Ivan mengatakan pencatatan hasil program hingga kelahiran juga penting untuk memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai keberhasilan layanan fertilitas.

"Kehamilan merupakan sebuah tahapan penting, tetapi pada akhirnya keluarga menjalani perawatan fertilitas dengan harapan dapat memiliki seorang bayi," ujarnya.

Penguatan layanan dan riset berbasis data tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses terhadap layanan reproduksi berbantu sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai infertilitas.

Editor : Hasiholan Siahaan

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network