JAKARTA, iNewsTangsel.id - Perkembangan kawasan industri, gedung bertingkat, pusat data, fasilitas energi hingga infrastruktur transportasi membuat kebutuhan sistem proteksi kebakaran semakin kompleks. Risiko kebakaran di setiap fasilitas juga memiliki karakteristik yang berbeda sehingga penanganannya tidak cukup hanya mengandalkan alat pemadam portabel.
Sistem keselamatan kebakaran kini mencakup tahapan yang lebih luas, mulai dari mendeteksi potensi kebakaran hingga melakukan pemadaman sesuai kondisi dan karakteristik ruang. Perubahan ini membuat teknologi fire detection dan fire suppression semakin banyak dikembangkan untuk melengkapi penggunaan alat pemadam api ringan (APAR).
Kebutuhan tersebut juga berkaitan dengan penerapan standar keselamatan dan kemampuan industri dalam menyediakan produk proteksi kebakaran di dalam negeri. Standar nasional menjadi salah satu aspek yang digunakan untuk memastikan produk keselamatan memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.
Di Indonesia, pengembangan industri proteksi kebakaran turut berjalan seiring dengan peningkatan kebutuhan di berbagai sektor, seperti pertambangan, pembangkit listrik, rumah sakit, perbankan, bandar udara, transportasi, otomotif dan fasilitas pemerintahan.
Memasuki 25 tahun perjalanan di industri keselamatan kebakaran nasional, PT SERVVO Fire Indonesia memperluas portofolionya dari APAR ke Fire Protection Systems yang mencakup teknologi fire detection dan fire suppression.
Direktur Utama PT SERVVO Fire Indonesia Edy Setiawan mengatakan perluasan tersebut menjadi bagian dari fase baru perusahaan setelah selama ini berfokus pada produk APAR.
“Dari APAR, kini SERVVO memasuki era Fire Protection Systems yang lebih luas. Mimpi kami adalah agar produk anak bangsa terus dipercaya, mampu bersaing dengan kualitas terbaik, dan memberikan kontribusi nyata bagi keselamatan kebakaran serta pembangunan Indonesia,” kata Edy, Sabtu (3/10/2026).
Pada lini sistem deteksi, pengembangan mencakup fire alarm dengan teknologi addressable, semi-addressable dan conventional systems. Sementara sistem pemadaman mencakup teknologi berbasis halocarbon, inert gas, CO2 serta perlindungan khusus untuk area dapur.
Perusahaan juga tercatat sebagai produsen APAR pertama di Indonesia yang memperoleh sertifikasi SNI. SERVVO menyebut telah meraih SNI Award sebanyak empat kali, yakni pada 2018, 2019, 2021 dan 2022.
Dari sisi produksi, kapasitas manufaktur yang disebut mencapai lebih dari satu juta tabung per tahun. Produk keselamatan kebakaran juga digunakan pada berbagai sektor, termasuk pertambangan, pembangkit listrik, hotel, rumah sakit, perbankan, restoran, bandar udara, transportasi umum dan fasilitas pemerintahan.
Pengembangan produk juga diarahkan pada peningkatan kandungan lokal, penerapan SNI dan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Langkah tersebut berkaitan dengan upaya meningkatkan kemampuan produksi kebutuhan keselamatan kebakaran di dalam negeri.
Edy mengatakan pengalaman selama 25 tahun menjadi dasar untuk mengembangkan kemampuan perusahaan pada teknologi dan sistem proteksi kebakaran yang lebih luas.
“25 tahun bagi kami bukanlah akhir dari perjalanan, tetapi sebuah titik untuk memasuki fase berikutnya,” ujarnya.
Editor : Hasiholan Siahaan
Artikel Terkait
