CIPUTAT, iNewsTangsel – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) menyiapkan langkah pencegahan untuk menekan keterlibatan aparatur sipil negara (ASN) dalam judi online (judol).
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengungkapkan, indikasi ASN yang terjerat judi online memang ditemukan di lingkungan Pemkot Tangsel. Persoalan tersebut, kata dia, baru kerap diketahui ketika kondisi keuangan pegawai sudah bermasalah.
“Ada aja, kita tahunya ketika mereka udah habis-habisan,” kata Benyamin usai menghadiri pengambilan sumpah dan janji PNS di Ruang Blandongan, Puspemkot Tangsel, Rabu (7/10/2026).
Menurut Benyamin, dampak judi online tidak hanya berkaitan dengan perilaku perjudian, tetapi juga dapat merembet pada persoalan finansial, mulai dari pinjaman hingga utang.
Ia mengaku pernah diminta membantu menindaklanjuti persoalan tagihan pinjaman online yang melibatkan ASN.
“Saya pernah juga diminta untuk mengejar, ditagih lah orang yang kena pinjaman online, segala macam,” ujarnya.
Untuk mencegah persoalan tersebut semakin meluas, Benyamin meminta kepala organisasi perangkat daerah (OPD) turut memperhatikan kondisi keuangan pegawai, terutama ketika ASN mengajukan pinjaman kepada perbankan.
Salah satu langkah yang diminta yakni melibatkan pasangan ASN dalam proses pengajuan pinjaman. Dengan demikian, suami atau istri mengetahui adanya pinjaman yang diajukan pasangannya.
“Kalau mereka mengajukan pinjaman misalnya kepada Bank BJB, panggil tuh dua-duanya, istrinya sama suaminya yang mengajukan pinjaman,” katanya.
Benyamin mengatakan mekanisme serupa juga diterapkan apabila pengajuan pinjaman dilakukan oleh ASN perempuan. Pasangannya diminta turut mengetahui proses tersebut.
“Supaya diketahui bersama-sama, jangan sampai terjerat judol,” tegasnya.
Di sisi lain, Benyamin telah menginstruksikan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) serta Inspektorat untuk meningkatkan pengawasan terhadap ASN yang terindikasi terlibat judi online.
Namun, ia mengakui pengawasan judi online memiliki tantangan tersendiri karena aktivitas tersebut dapat dilakukan secara pribadi melalui telepon seluler.
“Walaupun ini susah, kita tahu susah ini menjera, tahu di handphone-nya ada aplikasi itu segala macam,” tuturnya.
Karena itu, Pemkot Tangsel memilih memperkuat pengawasan dari sisi yang dinilai lebih mudah terdeteksi, salah satunya melalui pengajuan pinjaman ke lembaga perbankan.
“Nah itu yang kita seleksi,” ujar Benyamin.
Benyamin menegaskan, upaya mencegah ASN terjerat judi online tidak cukup hanya mengandalkan pengawasan pemerintah.
Menurutnya, lingkungan kerja dan keluarga juga memiliki peran untuk mengetahui lebih awal apabila muncul persoalan keuangan pada pegawai.
“Saya kira ini pekerjaan bersama kita semua,” pungkasnya.
Editor : Doni Marhendro
Artikel Terkait
