JAKARTA, iNewsTangsel.id - Cengkeh dan kayu manis kerap digunakan sebagai bumbu masakan maupun ramuan tradisional. Namun, konsumsi dalam jumlah berlebihan, terutama dalam bentuk minyak atau ekstrak pekat, berisiko menimbulkan gangguan kesehatan, termasuk kerusakan hati.
Praktisi farmasi dan farmakolog apt. Julian Afferino Taruna Vijaya mengatakan, cengkeh mengandung eugenol yang dapat bersifat toksik jika dikonsumsi dalam dosis tinggi.
“Memang benar eugenol, minyak cengkeh dapat menyebabkan kerusakan hati jika dipakai berlebihan,” kata Julian di Jakarta, Jumat (30/10/2026).
Menurut dia, minyak cengkeh perlu diwaspadai karena mengandung sekitar 70 persen eugenol dalam setiap 1 liternya. Konsentrasi tinggi tersebut membuat minyak cengkeh berisiko menyebabkan keracunan jika diminum sembarangan.
“Minyak dibuat dengan menyuling daun cengkeh dalam jumlah besar. Dari 30 kilogram daun cengkeh kering yang diekstrak mendapatkan kurang lebih satu liter minyak cengkeh. Artinya, satu sendok teh minyak cengkeh berisi eugenol dari sekitar 150 gram daun cengkeh kering,"ungkapnya.
Pada 1993, jurnal Archives of Disease in Childhood melaporkan kasus anak berusia dua tahun yang mengalami kejang, penurunan gula darah, gangguan pembekuan darah, dan kerusakan hati setelah meminum 5–10 mililiter minyak cengkeh. Anak tersebut akhirnya pulih setelah menjalani perawatan intensif.
Risiko juga ditemukan dalam penelitian terhadap tikus yang mengonsumsi rebusan bunga cengkeh setiap hari selama 90 hari. Penelitian yang diterbitkan pada 2009 itu menemukan perlemakan dan peradangan hati, serta gangguan pada sejumlah organ lain. Namun, hasil penelitian pada hewan tidak dapat langsung disamakan dengan dampak pada manusia.
Selain cengkeh, lanjutnya, kayu manis mengandung kumarin juga dapat merusak hati jika dikonsumsi berlebihan. Kandungan kumarin pada kayu manis jenis cassia umumnya lebih tinggi dibandingkan jenis Ceylon.
"Untuk itu, orang yang mengonsumsi obat diabetes atau obat pengencer darah perlu berhati-hati jika hendak menggunakan kayu manis dalam jumlah besar secara rutin," tegasnya.
Lembaga penilai risiko pangan Jerman, BfR, menetapkan batas aman kumarin 0,1 miligram per kilogram berat badan per hari. Kayu manis cassia rata-rata mengandung 3 gram kumarin per kilogram. Dengan kadar seperti itu, orang dewasa 60 kilogram sudah mencapai batas aman bila makan sekitar 2 gram kayu manis cassia sehari, kurang dari satu sendok teh bubuk.
Julian menambahkan, untuk mencegah risiko keracunan, minyak cengkeh sebaiknya tidak diminum dan harus disimpan jauh dari jangkauan anak-anak.
"Masyarakat yang ingin mengonsumsi ramuan cengkeh atau kayu manis setiap hari dalam jangka panjang, terutama yang memiliki gangguan hati, disarankan berkonsultasi dengan dokter atau apoteker," pungkasnya.
Editor : Elva Setyaningrum
Artikel Terkait
