Eugenol dalam Cengkeh Bisa Picu GERD? Dokter Ungkap Faktanya

Elva
Cengkeh salah satu obat herbal. Foto istimewa

JAKARTA, iNewsTangsel.id - Cengkeh kerap digunakan sebagai bahan dalam produk herbal untuk membantu meredakan keluhan masuk angin. Namun, kandungan eugenol di dalamnya menimbulkan pertanyaan mengenai keamanan penggunaannya, terutama bagi orang yang memiliki penyakit asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD).

‎Dokter spesialis penyakit dalam, dr. Andi Khomeini Takdir Haruni, Sp.PD, menjelaskan, eugenol memiliki aktivitas biologis yang dapat memengaruhi saluran cerna. Tapi, efeknya bergantung pada dosis, konsentrasi, bentuk sediaan, serta kondisi kesehatan masing-masing orang.

‎“Tidak tepat menyimpulkan, semua produk herbal yang mengandung cengkeh pasti memicu GERD atau meningkatkan asam lambung,” ujarnya, Senin (26/10/2026).

‎Menurutnya, paparan eugenol dalam konsentrasi tinggi, terutama melalui minyak cengkeh pekat yang tertelan, berpotensi menyebabkan iritasi hingga cedera jaringan saluran cerna. Pada paparan tertentu, eugenol juga dapat menimbulkan efek toksik terhadap hati.

‎"Namun, risiko tersebut tidak dapat langsung disamakan dengan konsumsi produk herbal yang mengandung cengkeh dalam jumlah kecil sesuai petunjuk penggunaan. Karena, bentuk cengkeh sebagai rempah, ekstrak, minyak atsiri, maupun eugenol murni memiliki konsentrasi dan karakteristik paparan yang berbeda," paparnya.

‎Ia menegaskan, eugenol berpotensi menimbulkan efek tertentu pada saluran cerna, tetapi hal itu belum cukup untuk menyimpulkan bahwa setiap produk herbal yang mengandung cengkeh menyebabkan GERD.

‎"Untuk itu, penggunaan herbal perlu memperhatikan dosis, frekuensi, komposisi keseluruhan, serta kemungkinan interaksi dengan obat yang sedang dikonsumsi," ucapnya.

‎Bagi penderita GERD, lanjutnya, langkah pertama sebelum menggunakan produk herbal adalah memeriksa komposisi dan petunjuk pemakaian pada kemasan. Perhatikan pula bentuk bahan cengkeh yang digunakan, terutama jika produk mengandung ekstrak atau minyak atsiri dengan konsentrasi tertentu.

‎"Konsumen juga perlu memastikan produk memiliki izin edar BPOM dan tidak menggunakannya melebihi dosis yang dianjurkan. Karena izin edar bukan jaminan suatu produk pasti cocok untuk setiap orang," katanya.

‎Ia juga mengingatkan agar penderita GERD tidak mengganti terapi yang telah diresepkan dokter dengan produk herbal. Apabila gejala sedang aktif atau suatu produk berulang kali memicu keluhan, lebih bijaksana untuk menghindarinya sampai penyebabnya dievaluasi.

‎"Kehati-hatian lebih diperlukan bagi orang yang memiliki gangguan saluran cerna menetap, penyakit hati, atau sedang mengonsumsi obat rutin tertentu. Ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak juga sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum menggunakan obat herbal," pungkasnya.

Editor : Elva Setyaningrum

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network